Baznas Kotamobagu Bentuk Unit Pengumpul Zakat

oleh
Komisioner Baznas Kotamobagu, Sulawesi Utara.

KOTAMOBAGU, Suaralidik.com – Badan Amil zakat Nasional (Baznas) Kotamobagu, Sulawesi Utara dalam menjalankan tugas dan fungsinya membentuk unit pengumpul zakat (UPZ). Unit tersebut bergerak pada instansi pemerintah , badan usaha milik, BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta, dan perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta UPZ pada tingkat kecamatan, kelurahan atau nama lainnya, dan tempat lain. Hal tersebut sesuai UUZ No. 23 tahun 2011, Pasal 16 ayat 1.

Komisioner Baznas Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Salah satu komisioner Baznas Kotamobagu, Jainudin mengatakan UPZ adalah satuan organisasi yang dibentuk oleh BAZNAS untuk membantu mengumpulkan zakat. UPZ bertugas membantu baznas melakukan pengumpulan zakat pada instansi bersangkutan. Itu sesuai PB no. 2 tahun 2016, pasal 7:1.

“Muzaki atau wajib zakat agar mengisi pernyataan kesediaan memberikan zakat/infaq/shadaqah kepada baznas Kota Kotamobagu.
Kadar zakat pendapatan adalah 2.5% dari penghasilan bruto dengan nilai minimum pendapatan atau nizab,” ujarnya kepada Suaralidik.com, Selasa (14/11/17).

Lanjut dia, apabila pendapatan tidak mencapai nisab di anjurkan untuk menggantinya dengan infaq/shadaqah sebagai pembersih hartanya. Besaran dan nilainya tergantung dengan keikhlasan dan kemampuan.

Adapun 8 Program Baznas Kotamobagu yang sudah terealisasi:
1. Bantuan pengembangan syariah islam
Bantuan pembangunan mesjid poyowa kecil.
2. Bantuan modal usaha produktif untuk masyarakat kategori miskin, dalam hal ini baznas fasilitasi alat dan bahan baku.
3. Bantuan berobat dan pendampingan
4. Operasional ambulance tidak dipungut biaya bagi masyarakat kategori fakir dan miskin (tidak mampu)
5. Bantuan beasiswa SD/SMP/SMA/SMK/MI/MTs kategori fakir dan miskin yang di dukung kartu keluarga dan surat keterangan miskin dari pemerintah setempat.
6. Bantuan penyelesaian study yang mengambil jurusan syariah/agama untuk kategori masyarakat fakir/miskin.
7. Bantuan paket lebaran.
8. Bantuan tanggap darurat.

“Supaya masyarakat merasakan manfaatnya, masih sosialisasi kepada masyarakat untuk pembentukan kampung binaan,” tutupnya. (MJ/ Ar)