Habiskan Anggaran BDD Yang Cukup Besar, Proyek Talud 100 Meter di Desa Bira Terkesan Asal-asalan

oleh
Proyek Talud Desa Bira
Proyek Talud jalan Langiria desa Bira, Bontobahari Kabupaten Bulukumba sepanjang 100 Meter yang bersumber dari Bantuan Dana Desa (BDD) - Suaralidik.com

Bulukumba,suaralidik.com – Bangunan talud sebagai penahan jalan di Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba yang menelan Anggaran Bantuan Dana Desa (BDD) Tahun 2017 sebesar Rp 123.445.000,00 menimbulkan tanda tanya besar dan rasa kecewa masyarakat.

Pasalnya, pengerjaan talud dengan anggaran cukup besar yang terletak di dusun Taneteang sepanjang 100 meter terkesan dikerjakan secara sembrono alias asal-asalan dan diduga kuat tidak sesuai dengan bestek dan kualitasnya jelek.

Salah satu aparat desa bahkan mengungkapkan bahwa pengerjaan proyek talud tersebut sudah jadi temuan pihak Inspektorat namun belum ada tindak lanjut.

Hal ini juga dikuatkan dengan Hasil Investigasi Ketua Lidik Pro DPC Bontobahari Andi Bali Raja pada bulan November 2017 lalu, Ia mengatakan jika dirinya sudah terjun langsung ke lokasi pengerjaan talud itu dan menemukan kondisi bangunan talud yang terkesan dikerjakan asal-asalan dengan anggaran yang cukup besar.

“sangat disayangkan, anggaran BDD banyak yang terbuang dengan pengerjaan Talud yang terkesan dikerja asal-asalan saja yang tentunya hasilnya sangat tidak memuaskan masyarakat” Ungkap Andi Bali Raja yang ditemui langsung di Sekretariat LIDIK PRO DPD Bulukumba beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut diungkapkannya, Ia pernah bertemu langsung dengan beberapa masyarakat desa Bira bernama Mattotorang dan Syahril yang keduanya mantan TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) di desa Bira.

Dalam perbicangannya itu, Kedua mantan TPK ini mengungkapkan bahwa rabat beton yang dikerjakan di lokasi jalan Langiria desa Bira materialnya ada kerikil dan mereka tidak menggunakan Sertu/Cipping. Bahan materialnya pun dibelanjakan langsung oleh Ibu Desa Bira Andi Wahidah dengan menggunakan anggaran sebesar Rp 32,473,500.

Selain itu, dalam proses investigasi Ketua Lidik Pro DPC Bontobahari mendapat laporan langsung dari Sekretaris Desa Bira yakni Pladessiraja yang menyebutkan jika pengerjaan proyek jambang di liukang loetersebut gorong-gorongnya dikerjakan oleh pendamping lokal dan tidak memberdayakan masyarakat Liukang sama sekali.

Sementara itu, Ibu desa Bira Andi Wahidah  yang dikonfirmasi melalui telpon selulernya menyebutkan kalau pengerjaan talud dengan sumber Anggaran BDD sebesar Rp 123.445.00 itu sudah di periksa oleh Inspektorat.

” pengerjaan talud sepanjang 100 meter dengan anggaran Rp 123.445.00 itu sudah diperiksa Pak Yusuf dari pihak Inspektorat dan selaku tim pemeriksa mengatakan kalau tidak ada temuan dalam pengerjaan talud, kalau proyek gorong-gorong itu tidak pernah masuk di anggaran desa pak” bantah Andi Wahidah . (***HRT/BCHT)

Abdul Nazaruddin

Rujadi

Mohamad Hidayat Panigoro

Andi Edy Manaf

H.Askar

Harris Pratama