Begini Cara BPSPL Makassar, Whale Shark Indonesia dan Kolaborator Deteksi Posisi Ikan Hiu

oleh -
Foto :Mahardika Rizki Himawan dari Whale Shark Indonesia (WSID) saat melakukan pemasangan Transmitter Tag pada tubuh Hiu Paus di Gorontalo. Foto:WSID

GORONTALO, Suaralidik.com – Hiu Paus Gorontalo yang terkenal dengan keramahanya ternyata ditubuhnya sudah terpasang sebuah alat Transmitter Tag sebuah alat pendeteksi keberadaan Hiu Paus yang biasa bermukim di Wisata Hiu Paus Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Dengan alat ini Mulai sekarang kehadiran dua hiu paus ini akan terpantau dengan mudah oleh tim dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Whale Shark Indonesia (WSID) dan para kolaborator yang selama ini melakukan penelitian terkait Hiu Paus.

Hal ini dijelaskan oleh Mahardika Rizki Himawan, seorang peneliti dari Whale Shark Indonesia, menyebutkan bahwa dari bulan november tahun 2016 alat itu sudah terpasang ditubuh hiu paus.

“Ada dua ekor hiu paus jantan yang berhasil kami pasang alat tersebut, itu merupakan alat untuk melakukan penelitian hiu paus Gorontalo, alat Transmitter tag ini ditempelkan pada tubuh hiu paus agar pergerakan mereka bisa terpantau oleh kami dengan mengunakan Acoustic Receiver yang masih satu rangkaian dengan Transmitter tag tadi,” katanya Kepada Suaralidik.com, Jum’at, 1 Februari 2019.

Sedangkan cara kerja dari alat tersebut bisa mendeteksi secara otomatis hiu yang masuk dan keluar pantai Botu Barani yang menjadi lokasi Wisata Hiu Paus Gorontalo.

“Jadi sistemnya seperti absensi, Ketika ada hiu paus yang terpasang Transmitter tag kemudian masuk dikawasan pantai botubarani, maka alat Acoustic Receiver akan mendeteksi secara otomatis, berapa kali mereka keluar dan masuk dan berapa lama mereka nenetap dipantai botubarani,” paparnya.

Ia menambahkan, Pemasangan alat ditubuh hiu paus ini dengan cara ditembak pada tubuh bagian belakang hiu paus. Meskipun metode ini sedikit melukai hiu paus namun itu tidak berbahanya.

“Hal ini adalah salah satu metode yang sudah dilakukan uji coba demi sebelumnya dan kita meminimalisir dampak yang timbul pada hiu pausnya ketika terpasang alat tersebut. itulah kenapa kita taruh alat ini dibawah siripnya karena disitu tidak ada organ-organ berbahaya dari hiu paus dan tidak menggagu pergerakan hiu itu sendiri,” tambahnya.

“Sedangkan alat tersebut terbuat dari stenlis steel tidak mempengaruhi terhadap daging hiu paus atau kemungkinan terjadi infeksi, itu sudah kami meminimalisir dari awal saat uji coba dan alhamdulliah dengan alat ini kita bisa mendeteksi keberadaan mereka dan mempermudah kami dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar dan Whale Shark Indonesia (WSID) melakukan penelitian,” tandas Mahardika. (***Ndi)