Begini Kronologi Pembunuhan Brutal di Desa Bonto Mate’ne, Bulukumba, Katanya Pelaku Orang Gila?

oleh
Elleng (50) korban pembunuhan, saat dievakuasi warga. Minggu (16/7/2017).

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Warga Desa Bonto Mate’ne, Kecematan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Minggu 16 Juli digegerkan dengan peristiwa berdarah, pembunuhan yang dilakukan seorang pria yang diduga memiliki gangguan jiwa.

Pria tersebut bernama Juma (40) yang tega menghabisi nyawa dari Elleng (50) dengan membacok korban secara brutal hingga tewas, karena luka parah sabetan pada
bagian kepala dan sayatan pada tangan.

Elleng (50) korban pembunuhan, saat dievakuasi warga. Minggu (16/7/2017).

Informasi yang dihimpun Suaralidik.com dari warga sekitar, awalnya korban dan pelaku sempat terlihat cekcok hingga terjadi perkelahian, setelah korban mendapati pelaku mengambil jeregen korban yang diduga digunakan untuk menggambil Ballo (Tuak) yang dibuat gula merah oleh korban.

Korban yang tak terima, marah dan langsung mengayungkan Golok (parang) ke pelaku, namun berhasil ditahan yang mengakibatkan luka sayatan parang pada jari telunjuk pelaku.

Kemudian pelaku yang berhasil menghindar, merampas parang korban dan melakukan membacokan secara brutal hingga mengakibatkan korban tewas seketika di tempat.

Setelah melancarkan aksinya, pelaku melarikan diri dan bersembunyi di rumah-rumah persawahan di dusun Bonto bulaeng, desa Bontobulaeng, sebelum diamankan personil Polsek Rilau Ale.

“Dengar-dengar begitu, itu pelaku sudah membunuh juga dulu, tapi lepas karna katanya orang gila,” kata Bahar warga Bonto Mate’ne.

“Kalau saya dengar-dengar dari info warga lain, korban ini mau temui si pelaku karena sering ambil air gula arennya korban. Sempat ditegur salah satu tetangga, bilang jangan temui karena pelaku bawa parang. Korban ditemukan anaknya, Rifki disalah satu kebun milik warga, “ujar Wana warga lainnya kepada wartawan.

Saat ini, pelaku yang diduga memiliki gangguan jiwa itu, telah diamankan di Mapolres Bulukumba untuk dilakukan penyelidikan mendalam. (Rg/ RED 4)