Bejat Sekali..!!! Bocah 4 Tahun Dicabuli Kemudian Dibakar Oleh Pelaku

oleh
pelaku sudah di vonis hukuman mati selasa kemarin 13/12/2016 di kata Ketua PN Sangatta

Lidik Kaltim – Jurjani umur 40 tahun pelaku pencabulan dan pembunuhan secara sadis terhadap anak perempuan yang berumur 4 tahun akhirnya berhasil ditangkap polisi setelah melarikan diri.

pelaku sudah di vonis hukuman mati selasa kemarin 13/12/2016 di kata Ketua PN Sangatta

Usai melakukan aksi bejatnya terhadap korban,pelaku langsung pergi meninggalkan kampung halamannya namun berkat usaha penyidik dan pengejaran petugas reserse akhirnya pelaku berhasil ditangkap pada tanggal 16 juli 2016 lalu.

Kasus pencabulan dan pembunuhan oleh pelaku dilangsir dari polda kalimantan menyebutkan bahwa pelaku sudah di vonis hukuman mati selasa kemarin 13/12/2016 di kata Ketua PN Sangatta.

Pencabulan bermula pada tanggal 7 juli 2016 saat pelaku membujuk dan membawa korban yang masih berumur 4 tahun ke sebuah kebun kosong jauh dari perkampungan di Desa Benua Baru Ulu Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur .

Jurjani memperkosa anak umur 4 tahun itu di bawah pohon mangga. Setelah puas, anak menangis membuat pelaku menjadi panik sehingga membekap mulut korban hingga meninggal dunia. Mengetahui anak tersebut sudah meninggal, pelaku langsung menutup anak malang itu dengan pelepah pohon kelapa kering dan dedaunan kemudian membakarnya.

Setelah melakukan aksi bejatnya Jurjani pulang ke rumahnya dan kabur. Ia menyeberang ke Pelubahan Segara, Desa Peridan, dilanjutkan menumpang truk menuju rumah Frans.

Di rumah itu, ia akhirnya tertangkap pada 16 Juli 2016. Jurjani kemudian diproses secara hukum dan diajukan ke meja hijau. Setelah melalui proses yang sangat panjang, Jurjani akhirnya dijatuhi hukuman mati atas perbuatannya tersebut.

“Pertimbangan kami, kasus ini menimpa anak-anak yang seharusnya dilindungi. Saat ini, pemerintah sudah semakin konsen terhadap kasus yang menimpa anak-anak, terutama kekerasan seksual. Apalagi perbuatan termasuk kejam dan sadis sehingga majelis memutuskan hukuman mati pantas dijatuhkan untuk kasus ini. Agar menjadi shock theraphy bagi mereka yang berani melakukan hal serupa,” ujar Tornado yang juga ketua majelis di kasus itu.

“Sudah vonis, Selasa (13/12) lalu,” kata Ketua PN Sangatta, Tornado Edmawan ,Kamis (15/12/2016).
(asp/fdn)