Belum Dapat Rekomendasi, Proyek Restoran Terapung Matatalang di Ujung Tanduk

oleh

SELAYAR, Suaralidik.com – Rencana pembangunan restoran semi permanen di kawasan hutan mangrove Matatalang, Kelurahan Bontobangung, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, terancam dihentikan.

Pasalnya, proyek restoran terapung ini belum melalui proses kajian, terutama dari sisi lingkungan hidup dan rekomendasi tentang persetujuan pembangunan proyek restoran di area hutan mangrove yang diketahui merupakan kawasan budidaya.

Ketua Komisi Bidang Pemerintahan Umum DPRD Kepulauan Selayar, Ady Ansar, berharap agar proyek pembangunan restoran semi permanen kawasan hutan mangrove matalalang tidak memicu protes dan menimbulkan permasalahan dikemudian hari.

Hal tersebut dilontarkannya dalam keterangan pers dihadapan wartawan saat meninjau lokasi pembangunan proyek restoran terapung kawasan hutan mangrove matalalang, Jumat, (21/07/17).

Peninjauan lokasi dilakukan DPRD Kepulauan Selayar dengan mendasari aspirasi salah satu organisasi pemerhati lingkungan hidup yang mempersoalkan pembangunan proyek restoran terapung di hutan mangrove matalalang.
Terkait aspirasi tersebut, dalam waktu dekat DPRD Kepulauan Selayar akan menyelenggarakan rapat dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

“Bila disepakati, DPRD akan merekomendasikan penghentian proyek pembangunan restoran terapung di kawasan hutan mangrove matalalang,” ungkap Ady Ansar.

Proyek pembangunan restoran terapung, lanjutnya bisa setelah mendapat rekomendasi yang memperbolehkan berlangsungnya proyek pembangunan fisik di dalam rest area hutan mangrove.

“Bila terbukti, tidak mendapat rekomendasi dan atau persetujuan dari pihak terkait, maka proyek pembangunan restoran terapung Matatalang tetap harus dihentinkan untuk menghindari dampak hukum yang akan ditimbulkan oleh proyek tersebut,” terang mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Pelajar Indonesia Tanadoang (GEMPITA) Selayar itu. (Fadly Syarif/RED 4)