Beras Rastra Terbagi Lagi Ini Kata Kepala Desa Saotanre Di Sinjai Tengah

oleh

SUARALIDIK SINJAI – Warga protes pembagian beras Rastra di Desa Saotanre karena dulunya mereka dapat tapi sekarang ada perubahan kok bisa, kata salah satu masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya. Sinjai Tengah Desa Saotanre kecamatan sinjai Tengah kabupaten sinjai kamis 20-07-2017.

Dari hasil pantauan Tim Suara Lidik sekitar pukul 17:00 wita yang menjumpai salah satu warga yang ada di Dusun Saukang mengatakan bahwa kenapa saya sekarang tidak dapat pembagian sedangkan dulunya saya dapat kenapa bisa tutur salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Lanjut Tim Suara Lidik mendatangi kantor Desa Saotanre kecamatan sinjai tengah kabupaten sinjai untuk melihat barang atau beras Rastra yang masih ada di kantor Desa tersebut, dan alhasil penelusuran Tim Suara Lidik mendapati memang benar beras tersebut masih ada di kantor Desa Saotanre dan ada 2 macam kemasan ukuran isi karung yaitu ada yang kemasan satu karung utuh dan ada yang setengah karung.

Kemudian Tim suara lidik melanjutkan berkunjung ke rumah kepala Desa Saotanre A.Sulaiman 35 th, yang tidak jauh dari kantor Desa tersebut. Tim Suara Lidik berhasil menjumpai kepala Desa Saotanre dan mempertanyakan mengenai beras yang masih ada di kantor Desa Saotanre selama 3 hari dan belum tersalurkan ke masyarakat ada apa Pak Desa dan kenapa ada masyarakat yang protes tentang beras Rastra sehingga dia tidak dapat tutur Tim Suara Lidik A.Basri.

Sementara saat Kepala Desa Saotanre diwawancarai mengungkapkan bahwa Dia tidak pernah ada niat mau mencari ke untungan apa lagi bersenang senang di atas penderitaan orang lain itu tidak ada dalam rumus saya atau visi misi saya yang jelas saya tetap berupaya berjuang demi kemajuan, kesejahtraan dan kemakmuran di Desa kami ini dan mengenai tanggapan atau laporan dari masyarakat saya bahwa ada sebagian kecil yang tidak mendapatkan pembagian beras Rastra itu di karenakan hasil pantauan kami bahwa beras yang ada saat ini berkurang atau ada pengurangan.

Lanjutnya lagi bahwa kami pilih pilih yang betul betul layak untuk mendapatkan pembagian tersebut, dan kalau kami mengikuti hasil data itu seharusnya terbagi 4 dusun tapi pada kenyataannya masih banyak warga yang protes karna mereka juga merasa berhak untuk mendapatkan haknya dalam pembagian beras Rastra tersebut, maka dari itu saya selaku kepala Desa Saotanre mengambil keputusan dengan cara mengundang kalangan masyarakat untuk menghadiri rapat sosialisasi terkait keputusan pembagian beras Rastra tersebut.

Sambungnya lagi bahwa di depan forum atau rapat tersebut mengatakan bahwa kira kira dalam hal pembagian beras Rastra ini kita bagikan kepada orang yang selama ini tidak mendapatkan dan memang layak untuk mendapatkan haknya apakah anda selaku penerima Rastra rela memberikan atau membagikan separuh hak anda selaku penerima Bantuan beras Rastra kepada orang yang betul betul untuk mendapatkan haknya.

Dan ternyata tidak ada komentar dari masyarakat maka dari itu saya selaku kepala desa mengambil keputusan untuk membagikan beras ini kepada orang yang lebih berhak dan sangat layak, jadi saya harap agar masyarakat dapat mengerti dengan hasil keputusan kami selaku kepala Desa Saotanre.

Lanjut kepala Desa Saotanre mengatakan kepada Tim Suara Lidik bahwa kenapa sehingga ada laporan masyarakat mengenai keterlambatan pembagian beras Rastra tersebut di karenakan angkutan yang mau menjemput barang tersebut mendapatkan halangan sehingga belum tersalurkan sampe sekarang

Dan ditegaskan lagi jelas pembagian beras Rastra untuk masyarakat kalo menurut data seharusnya terbagi 4 dusun namun pada kenyataanya dilapangan harus terbagi 5 dusun untuk pemerataan masyarakat yang betul betul tuk mendapatkan haknya selaku masyarakat tutup A.Sulaiman kepala Desa saotanre. .(A.Basri-kemal/R5)


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama