banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Berduaan Dikamar Kos, 1 Pasang Sesama Jenis dan 3 Pasang Mahasiswa Diamankan Petugas

Pasangan Bukan Muhrim berhasil diamankan Polisi PP
Foto : 1 Pasang Sesama Jenis dan 3 pasang mahasiswa saat diberi pembinaan oleh jajaran Satpol PP Kabupaten Gorontalo, Jumat (20/03),(foto Thoger/Suara Lidik).

LIMBOTO, Suaralidik.com – Sedang asyik berduaan dikamar kos, satu pasang sesama jenis dengan inisal CH (31) dan YH (39) serta tiga pasang mahasiswa dari Universitas ternama di Gorontalo diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gorontalo, Jumat 20/03/2020.

Dari hasil pantauan wartwan Suara Lidik, pasangan sesama jenis YH saat diamankan mencoba mengelabui petugas dengan mengaku sebagai janda yang ditinggal suami. Ternyata setelah diperiksa, YH adalah lelaki tulen sama seperti pasangannya CH.

banner 728x250

“Kita berhasil menjaring beberapa pasang dibeberapa tempat yang tidak memiliki identitas, bahkan buku nikah. Beberapa pasang itu terdiri dari mahasiswa dan bukan masyarakat biasa,” ungkap Sekretaris Dinas Satpol, Moh. Taufik Margono kepada awak media.

“Adapun satu kita temui adalah siswa yang tidak punya identitas dan masih di kelas ujian. Tetapi begitu kita interogasi ternyata yang bersangkutan adalah korban broken home, dan kita sudah memberikan pembinaan,” sambung Sekretaris.

Taufik Margono mengatakan, razia ini digelar guna menindaklanjuti instruksi bupati dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gorontalo tentang fungsi rumah kos.

“Karena terindikasi dan ada beberapa laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi multi fungsi dari kos itu sendiri. Sehingga kami di bantu TNI/Polri turun untuk memeriksa langsung, hasilnya ada beberapa pasang yang berhasil kami amankan,” kata Taufik.

“Rencananya seluruh rumah kos yang ada di Kabupaten Gorontalo akan kita periksa. Hari ini baru kita mulai dari wilayah kecamatan Limboto,” lanjut Taufik.

Selaku penegak Perda di Kabupaten Gorontalo, Taufik berharap kepada masyarakat untuk memberikan informasi ketika ada hal-hal yang mencurigakan.

“Tidak dieksekusi secara langsung, harus dilaporkan ke kami. Insyaallah dalam rangka perlindungan masyarakat ini akan kita laksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo,” pungkas Taufik.(Rollink).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.