Berguru Disiplin pada Kant & Alwi Shihab

oleh -

SUARALIDIK.COM – Saya bersyukur dapat kuliah dari tahun 1988 hingga 1992, meraih gelar sarjana di jurusan filsafat dan teologi, sarjana terbaik di UIN (dulu IAIN) Alauddin Makassar.

Selama belajar saya termasuk mahasiswa yang aktif di kelas dan organisasi senat mahasiswa. Saya pernah dipercaya sebagai ketua kelas beberapa semester dan terpilih sebagai sekretaris Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Saya juga sempat aktif mencari pengalaman berorganisasi di Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Salah satu tokoh yang akrab dengan saya ketika belajar filsafat modern adalah Immanuel Kant, seorang filosof yang digelari juru temu dua aliran yang jauh berbeda, rasionalisme dan empirisme. Kant disebut sebagai pendiri dan tokoh Kritisisme karena mengeritik kedua aliran tersebut.

*Immanuel Kant*
Kant dilahirkan dan wafat di Konigsberg, Kerajaan Prusia (kini masuk wilayah Rusia), 22 April 1724 dan 12 Februari 1804, 79 tahun.

Belakangan ketika saya baca biografi Kant, saya menemukan bahwa Kant itu sangat disiplin belajar dan mengajar, dan rajin menulis dan mempublikasikan buah pikirannya. Kant telah mempelajari filsafat, matematika, dan ilmu alam. Kant telah menulis puluhan buku dan berbagai artikel. Kant dikenal sebagai salah satu filosof yang memiliki karya-karya monumental dan berpengaruh hingga hari ini.

Kant dikenal sebagai seorang pribadi hidupnya yang sangat disiplin. Kant menjalani kegiatan sehari-harinya sesuai jadwal yang sudah teragendakan secara sistematis. Saking teraturnya jadwalnya, orang-orang yang pernah berhubungan dengan Kant dapat mengetahui atau menebak dengan mudah pada jam/waktu ini Kant berada di mana dan sedang melakukan apa. Kedisiplinan hidup inilah yang memungkinkan Kant dapat menulis dan mempublikasikan begitu banyak karya yang fenomenal.

Karakter seperti Kant, saya temukan pada salah seorang tokoh nasional yang belakangan beberapa kali saya temui dan kagumi, Bapak Dr. Alwi Shihab.

*Alwi Shihab*
Alwi Abdurrahman, lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, 19 Agustus 1946; berumur 74 Agustus 2020 nanti. Alwi adalah alumni UIN Alauddin, jurusan Akidah dan Filsafat 1986. Alwi meraih dua gelar master di Universitas Al-Azhar Kairo dan Temple Amerika. Alwi kemudian meraih dua gelar doktor di Universitas Ain Syam Mesir dan Temple Amerika, semuanya di bidang agama dan filsafat.

Alwi telah puluhan tahun, tinggal dan masih bolak-balik ke negara Paman Sam (Amerika), belajar, menulis, dan mengajar. Saya pernah dengar dari teman saya, Wahyuddin Halim, Alwi ketika di Amerika dipercaya menjadi editor dan pengelola beberapa media cetak internasional, bertema agama dan filsafat. Alwi telah tercatat sebagai pengajar di beberapa universitas di Amerika seperti Hartford Seminary; Harvard Divinity School di Univeraitas Harvard; dan Auburn Theological Seminary of New York. Terakhir, nama Alwi tercatat sebagai salah seorang ahli Islam pertama yang duduk dalam Board of Trustee (Wali Amanat) pada Centre for the Study of World Religions, lembaga pengkajian yang berafiliasi dengan Harvard Divinity School dan Hartford Seminary Connecticut, Amerika.

Ketika kembali ke Indonesia, Alwi dipercaya menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bentukan alm Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ketika Gus Dur menjadi presiden, Alwi dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri dan di era Susilo Bambang Yudhoyono, Alwi dipercaya sebagai Menko Kesra. Kini, Alwi dipercaya oleh Presiden Joko Widodo sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerjsama Islam (OKI).

Saya pernah dengar dari staf dan adiknya, Alwi itu sangat disiplin dan sudah memiliki jadwal yang cukup padat tiap hari. Jika ingin mengundang Alwi menghadiri acara-acara tertentu yang relevan dengan keilmuannya, perlu menyurat beberapa bulan sebelumnya.

Saya mengagumi Immanuel Kant dan Alwi Shihab. Saya sedang berusaha dan bermimpi hidup dengan penuh disiplin seperti orang-orang sebesar Kant dan Alwi Shihab. Semoga saya tidak terlambat agar dapat menelurkan banyak tulisan atau buku yang bermanfaat bagi sesama saya, minimal untuk anak-cucu dan sahabat-sahabat saya.

Tanah Abang, 5 Januari 2020

M. Saleh Mude

kpu BOLTIM
HUT Kabupaten Pinrang Ke-60