Berikut 7 Nama Yang Disebut Nazaruddin Menerima Aliran Dana e-KTP.?

oleh
Nazaruddin, Foto Aktual.Com

Nasional, Lidik Jakarta – Sidang kedelapan kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara sekitar Rp 2,3 triliun yang di gelar Senin 10 April 2017, Salah satu saksi yang dihadirkan adalah M. Nazaruddin yang juga merupakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Senin, (17/04/2017)

Nazaruddin, Foto Aktual.Com

Dalam kesaksiannya Nazaruddin menyebutkan beberapa nama yang menerima aliran dana e-KTP

Berikut beberapa nama yang di sebut oleh Nazaruddin yang menerima aliran dana e-KTP:
1. Anas Urbaningru
Menurut Nazaruddin, dana penyelewengan e-KTP yang diterima oleh Anas Urbaningrum termasuk beragam. Anas tidak menerima uang itu hanya sekali. Uang yang diterima Anas merupakan dana untuk kepentingan Anas demi naik jadi Ketua Umum Demokrat. Nominalnya yaitu sekitar Rp 500 miliar, 400 ribu dolar AS, dan 300 ribu dolar AS. Lebih jauh lagi, Nazaruddin juga mengakui bahwa ia pernah bertemu dengan Anas khusus untuk membahas proyek e-KTP.

2. Ganjar Pranow
Ganjar Pranowo yang merupakan Gubernur Jawa Tengah yang kini sedang menjabat memang disebutkan oleh Nazaruddin ikut menerima uang penyelewengan e-KTP. Bahkan menurut Nazar, Ganjar pernah sempat protes karena hanya mendapat jatah 150 dolar AS padahal ia meminta agar jatahnya disamakan dengan ketua yaitu 500 ribu dolar AS. Dalam keterangan Ganjar yang dipanggil menjadi saksi kasus e-KTP, ia menyangkal tudingan yang dibeberkan oleh Nazar.

3. Chairuman Harahap
Chairuman Harahap yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi II memang terang-terangan meminta uang dari proyek tersebut. Menurut keterangan yang dikeluarkan oleh Nazar, Chairuman tidak mau meneken proyek e-KTP tersebut kalau ia tidak mendapatkan jatah. Jelas Chairuman membantah hal tersebut walaupun dalam BAP miliknya terdapat sebuah berkas tulisan tangan sebagai tanda terima uang sebesar Rp 1,25 miliar dari Chairuman kepada keponakannya Ridha Harahap. Dalihnya, Chairuman menjelaskan uang tersebut adalah uang investasi.

4. Gamawan Fauzi
Nazarudin juga rupanya menyerang mantan Menteri Dalam Negeri yang satu ini yaitu Gamawan Fauzi. Nazaruddin mengungkapkan bahwa penerimaan uang oleh Gamawan Fauzi dilakukan secara bertahap. Total uang yang diterima oleh Gamawan Fauzi dari proyek ini adalah sekitar 5 juta dolar AS. Saat dipanggil ke persidangan, Gamawan bersumpah tidak pernah menerima uang sepeserpun dari proyek ini.

5. Marzuki Ali
Marzuki Ali yang merupakan rival Nazaruddin dalam kongres Partai Demokrat tahun 2011 lalu memang disebutkan oleh Nazar bahwa beliau menerima uang sebesar Rp 20 miliar dari proyek e-KTP pada tahun 2011 lalu. Hal itu memang tercatat dalam BAP persidangan walaupun Marzuki Ali sudah membantahnya.
6. Agun Gunandjar
Dalam BAP milik Nazaruddin, Agun Gunandjar yang merupakan anggota Komisi II dan Badan Anggaran DPR RI pernah berujar untuk siap “pasang badan” apabila ada sesuatu yang terjadi dalam proyek akbar e-KTP ini. Sebagai imbalan, Agun meminta jatah dan dibuktikan dalam BAP ia menerima uang lebih dari 1 juta dolar AS.

7. Taufik Efendi
Taufik Efendi yang merupakan anggota Komisi II ini disebutkan oleh Nazaruddin menerima uang sekitar 103 ribu dolar AS. Nazaruddin juga mengungkapkan bahwa Taufik Efendi ini bukan orang yang reaktif, dapet jatah ya syukur kalau gak dapat ya gak apa-apa.

Itulah nama-nama yang disebutkan oleh Nazaruddin ikut terlibat dan menerima kucuran dana dari kasus e-KTP.

Berbagai Sumber
Editor : Adhe