Bersama Jama’ah, Ketua Ta’mirul Masjid Al-Muhtadin Lakukan Deklarasi Pemilu Damai, Jujur & Bermartabat

oleh -31 views
Foto : Deklarasi Pemilu Damai

Gorontalo, Suaralidik.Com –  Pesta demokrasi yang tinggal menghitung hari yang jatuh tepat pada 17 April mendatang akan menjadi penentu arah baru bagi masyarakat untuk bangsa yang lebih baik lagi. Melanjutkan atau mengganti pemimpin adalah Hak bagi setiap warga negara Indonesia yang menganut sistem demokrasi. Akan tetapi, di akhir-akhir perjuangan para tokoh terbaik bangsa ini selalu disuguhkan dengan beberapa sajian yang membuat masyarakat semakin cerdas dalam berdemokrasi.

Olehnya itu beberapa golongan masyarakat mulai melirik pasangan calon dalam kontestasi politik kali ini dengan memperlihatkan sikap politik yang sangat demokrasi dengan mendukung penyelenggara pemilu untuk sama-sama bekerja mengawal pesta demokrasi ini. Salah satunya masyarakat yang tergolong dalam pengurus dan jama’ah Masjid Al-Muhtadin Kelurahan Hutu’o Kecamatan Limboto yang telah melakukan Deklarasi dan menyatakan mendukung terciptanya Pemilu 2019 yang damai, demokratis, jujur dan bermartabat, menolak masjid dan rumah ibadah dijadikan politisasi/kampanye, menolak hoax dan adu domba, menolak golput, mendukung TNI/POLRI dalam pengamanan Pileg dan Pilpres 2019 dan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada tanggal 17 April 2019 dengan sebaik-baiknya, pada Kamis (04/4).

“Pemilu itu harusnya aman dan damai, artinya terhindar dari perpecahan, dari berbagai masalah-masalah yang hanya merusak demokrasi dan persaudaraan kita nanti. Itu yang utama,” Kata Kisman Nusi

Lanjut, Kisman Nusi yang selaku Ketua Ta’mirul Masjid Al-Muhtadin itu berharap agar perbedaan pilihan pada pemilu ini bukan menjadi alasan untuk saling bercerai-berai dan menggangu jalannya pesta demokrasi nanti.

“Walaupun kita berbeda pilihan, kita harus berusaha untuk tidak menimbulkan hal-hal yang bisa mengganggu pelaksanaan pemilu ini,” harap Kisman.

Sebelumnya, kegiatan di masjid Al-Muhtadin tersebut diawali dengan memperingati Isra dan Mi’raj yang kemudian dilanjutkan dengan deklarasi untuk mendukung pemilu damai serta menolak hoax dan tempat ibadah sebagai tempat kampanye.(***ndi)