banner 728x250

Betulkah Reskrim Yang Mempremanisme SMKN 2 Sungguminasa

  • Bagikan
Abu bakar, dirawat di UGD, menderita luka atas penganiayaan pelaku

GOWA, SUARALIDIK.COM – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Sunggu Minasa Kab. Gowa, sejenak proses mengajar terhenti dengan 5 orang ke ruang belajar kelas 10, jurusan teknik komputer, jumat (21/02/2020).

Aksi Premanisme mencoreng wajah pendidikan di Kabupaten Gowa, dengan kedatangan 5 (lima) orang yang mengaku Reserse memasuki ruangan kelas 10 dan membentak guru yang sedang mengajar.

banner 728x250
Luka dikepala Abu bakar, atas pukulan para pelaku

Kedatangan sekelompok orang ini, mendatangi salah seorang siswa yang berada didalam kelas itu, dengan menarik dan mulai memukul siswa tersebut, dan guru pun yang bertanya tentang perbuatan ini, dibentak dan diminta tidak ikut campur.

Abu bakar, siswa yang diseret dan dipukuli dari ruang kelas hingga sampai keluar sekolah, diinjak-injak oleh semua pelaku dan di masukkan ke bagasi mobil, hingga korban dibawah pergi dari sekolahnya.

Perbuatan pelaku ini, berusaha diberhantikan oleh Guru dan teman korban, namun mereka diancam.

Bukti Laporan polisi, berharap Polres Gowa secepatnya meringkus pelaku yang mengaku reskrim

Dijalan mereka menghentikan mobilnya, mengeluarkan korban dari bagasi, datanglah seseorang menghampiri mereka, ngobrol, dan salah seorang dari mereka mengatakan, “salah orang maki sede”. Terdengar oleh abu, ucapan salah satu premanisme.

Korban dimasukkan kembali ke dalam mobil dan dibawa ke rumah sakit oleh pelaku, dan ditinggal di ruangan unit gawat darurat.

Kejadian dan peristiwa ini, mencoreng wajah pendidikan kita hari ini. Lembaga pendidikan sudah tidak mampu menjaga marwah institusi, amanah para orang tua dimana lembaga pendidikan sekolah menjadi ‘titipan aman’ untuk dididik, malah tak berdaya oleh para pelaku tindak kekerasan yang berkelik “salah orang”. Kita berharap kejadian ini tidak terjadi pada siswa anak didik yang lain.

Dan mencermati kasus ini, aparat harus segera mengusut tuntas pelaku kriminal ini, tidak pandang bulu, walau itu aparat sekali pun, yang sudah ngaku-ngaku di depan guru dan siswa lain selaku reskrim. Seakan memberi contoh kalau negara ini bagaikan film Bollywod.

Siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden ini, Gubernurkah selaku orang paling penting diwilayah ini, Kadis Pendidikan kah sebagai orang yang diberi kuasa mengurus lembaga pendidikan, Bupati Gowa kah selaku penguasa wilayah tertinggi dikabupaten ini, pihak sekolah kah yg paling bertanggung jawab karena tak mampu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) tamu/orang asing sehingga para pelaku bisa lolos masuk dan berbuat sesukanya dalam lingkungan sekolah ataukah kita para orang tua yang salah memilih lembaga pendidikan, wallahu a’lam bissawab.

Saat ini, pihak keluarga hanya bisa pasrah menahan kesedihan dan berharap kepada lembaga kepolisian Polres Gowa mengusut tuntas masalah ‘salah orang’ ini dan menangkap semua para pelaku dan memberikan sanksi hukum yang seadil-adilnya, jangankan salah orang, “cocok orang” pun dan seorang tersangka harus diperlakukan manusiawi,
Semoga Polres Gowa bisa menunjukkan eksistensinya dan segera menangkap pelaku, termasuk seluruh pihak/oknum yang terlibat merencanakan kasus pemukulan dan penculikan “salah orang” yang katanya melibatkan oknum anak Pejabat di Gowa ini. Tabe’ Polres Gowa, mana penegakanmu. (ALDE)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *