BNP2TKI Dukung Optimalisasi Peran Atase Perhubungan RI sebagai Market Intelligence Peluang Kerja di Luar Negeri

oleh
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi, Deputi KLN dan Promosi, Drg. Elia Rosalina, MARS, MM, beserta para Atase Perhubungan.

Jakarta,suaralidik.com – BNP2TKI (03/04/2018) – Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi, drg. Elia Rosalina Sunityo, MARS, MM., menyatakan bahwa BNP2TKI mendukung penuh optimalisasi peran Atase Perhubungan sebagai market intelligence peluang kerja luar negeri di 8 negara.

“Atase perhubungan berperan penting menjadi filter untuk memastikan kualitas demand yang akan disampaikan ke dalam negeri, inilah pelindungan pertama atau preventive action yang wajib negara berikan. Oleh karena itu, BNP2TKI mengharapkan peran serta Atase Perhubungan bekerjasama dengan Atase Ketenagakerjaan untuk melakukan perluasan pasar kerja dan mencari peluang kerja baru bagi para Pekerja Migran Indonesia” ungkap Deputi KLN dan Promosi dalam sambutannya mewakili Kepala BNP2TKI dalam Rapat Koordinasi Atase Perhubungan RI Tahun 2018 yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan RI.

Rapat Koordinasi dihadiri Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, digelar dalam rangka meningkatkan kinerja Atase Perhubungan RI di masing-masing negara akreditasi terhadap tugas pokok dan fungsinya. Kegiatan dengan tema “Peran Atase Perhubungan dalam Peningkatan Standar Kualitas Internasional Bagi Lulusan Sekolah Binaan Kementerian Perhubungan” bertujuan untuk meningkatkan peluang bagi lulusan Sekolah Tinggi binaan Kementerian Perhubungan agar mampu bersaing secara internasional, diselenggarakan Rabu (28/03/2018).

Rapat dibuka oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemenhub beserta jajarannya, Pejabat dari Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian PAN-RB RI, serta Kementerian Ketenagakerjaan RI sebagai Narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan meminta para Atase Perhubungan untuk aktif memberikan sumbangan pemikiran inovatif bagi Indonesia dan menciptakan inovasi-inovasi selama di luar negeri. Disampaikan juga kepada seluruh Atase Perhubungan untuk dapat meningkatkan komunikasi dengan para pelaku industri transportasi di wilayah kerja masing-masing, agar dapat mengoptimalkan peluang kerja untuk lulusan sekolah-sekolah binaan Kementerian Perhubungan, seperti Sekolah Tinggi Transportasi Darat, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Indonesia, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, dan Akademi Perkeretaapian Indonesia.

“Prospek tenaga kerja di luar negeri saat ini sangat bagus dikarenakan beberapa negara berminat untuk memperkerjakan pekerja dari Indonesia khususnya di sektor transportasi.” ungkap Menhub Budi Karya Sumadi

Ditambahkan bahwa Atase Perhubungan sampai saat ini berada di 8 ibukota negara perwakilan RI antara lain Washington, Montreal, London, Den Haag, Jeddah, Tokyo, Kuala Lumpur, dan Singapura.

Menyambung sambutan dari Menteri Perhubungan, Elin (sapaan akrab Elia Rosalina) mengharapkan sinergitas fungsi Konsuler, Atase Ketenagakerjaan, dan Atase Perhubungan dalam 3 hal, yaitu : 1. Promosi yang selama ini belum maksimal untuk mempromosikan peluang kerja baru, 2. Proses Penempatan, dan 3. Pelindungan, khususnya mediasi yang berhubungan dengan teknis dan kontraktual yang berimplikasi bahwa pelindungan wajib diberikan sebelum, selama, dan sesudah penempatan para PMI.

Elin juga menyampaikan bahwa Calon PMI harus meningkatkan kualitas baik dari segi kompetensi maupun bahasa asing atau bahasa negara tujuan penempatan agar dapat memenuhi kualifikasi permintaan (demand). “Selain itu infrastruktur dan kurikulum pendidikan juga harus diarahkan dalam hal peningkatan vokasi serta sesuai dengan standar kualitas internasional, dikarenakan tidak jarang permasalahan yang dialami PMI datang dari ketidaksiapan para calon PMI dalam mempersiapkan dirinya untuk bekerja di luar negeri” pungkas Elin. *** (Humas/Rdt)