,

BNP2TKI Lepas Keberangkatan 251 PMI ke Korea Selatan

oleh
250 PMI ke Korea Selatan
Deputi Penempatan BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono melepas keberangkatan 251 (dua ratus lima puluh satu) Pekerja Migran Indonesia (PMI) Program G to G ke Korea Selatan pada Senin, 19 Maret 2018 -- Photo : BNP2TKI

Jakarta, BNP2TKI (19/03/2018) – Deputi Penempatan BNP2TKI, Teguh Hendro Cahyono melepas keberangkatan 251 (dua ratus lima puluh satu) Pekerja Migran Indonesia (PMI) Program G to G ke Korea Selatan pada Senin, 19 Maret 2018 di Gedung KITCC (Korea Indonesia Technical and Culture Corporation), Jl. Penganten Ali No. 71 A, Ciracas, Jakarta Timur.

Deputi Penempatan, Teguh Hendro Cahyono menyampaikan bahwa dengan adanya rangkaian/tahapan seleksi yang dilaksanakan seperti administrasi, tes bahasa Korea, tes keterampilan dan kompetensi, pemeriksaan kesehatan serta Preliminary Education membuktikan bahwa pemerintah Indonesia dan Korea secara serius mempersiapkan PMI supaya bisa menjadi pekerja yang baik di Korea.

“Selalu perdalam bahasa Korea untuk memperkecil terjadinya miskomunikasi dan jauhi segala perbuatan-perbuatan yang mengundang bahaya, selalu jaga kerukunan, dan setiba di Korea langsung komunikasi dengan keluarga.” ujar Teguh.

Teguh menambahkan, jika ada PMI yang berulah di Korea, maka dirinya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan.

“Jangan sampai menjadi PMI nonprosedural karena akan mengurangi jatah kuota kesempatan untuk teman-teman kalian selanjutnya” ungkap Teguh.

Dirinya juga menegaskan agar para calon PMI yang berminat bekerja di Korea agar jangan tertipu oleh bujuk rayu pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. “Dapatkan informasi melalui website resmi BNP2TKI di www.bnp2tki.go.id” ucapnya.

Acara pelepasan keberangkatan 251 PMI ke Korea ini ditandai dengan Penyematan jaket secara simbolis kepada kepada 5 orang perwakilan PMI yang hendak berangkat ke Korea Selatan oleh Deputi Penempatan, dihadiri oleh Direktur EPS Center Indonesia, Mr. Choi Jhong Yun, Perwakilan RS Pelabuhan Jakarta, Perwakilan dari Kementeriaan Ketenagakerjaan, CEVEST, BPJS Ketenagakerjaan, Perbankan, Travel dan Instruktur Bahasa.

Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah, Hariyadi Agah dalam kesempatan lain menyampaikan dan berpesan kepada seluruh PMI yang akan berangkat untuk tingkatkan ilmu, dan cari rizki yang halal, agar bisa membantu roda perekonomian di daerah.

Disebutkan oleh Haryadi bahwa dari 251 (dua ratus lima puluh satu) PMI yang akan diberangkatkan, terdiri dari 174 PMI yang bekerja pada sector manufaktur dan 77 (tujuh puluh tujuh) PMI pada sector perikanan. Sebaanyak 246 laki-laki, dan 6 orang perempuan. Sementara untuk daerah berasal dari 54 kabupaten di seluruh Indonesia. Mayoritas dari Provinsi Jawa, kemudian dari Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Ogan Komering Ilir dan daerah lainnya seperti Cilacap, Cirebon Indramayu, Ponorogo, Pati. Dengan mayoritas berpendidikan SMA.

“Manfaatkan sebaiknya kesempatan bekerja di Korea ini, manage keuangan, pulang bisa mendapatkaan modal, bukan lagi menjadi pekerja, tapi menjadi pengusaha” ujar Haryadi Agah.

Mr. Choi Jhong Yun, selaku Direktur EPS Center Indonesia menyampaikan kekhawatirannya para PMI akan masuk angin saat tiba di korea, mohon persiapkan dan dibiasakan untuk iklim disana, sama seperti saya beradaptasi disini, ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan untuk silakan menghubungi HRD Korea jika mengalami masalah, ada 24 kantor diseluruh Korea dan siap melindungi PMI jika mengalami kesulitan.

“Bekerjalah dengan baik dan berhati-hati untuk tidak sakit dan tidak terluka, dan hasilkan uang untuk dibawa pulang kepada keluarga. Dan pesan saya dimana ada kemauan disitu ada jalan.” ujarnya.

Kemudian untuk PMI yang akan berangkat, Muh. Sifaudin Amsor (31) asal Purwokerto, salah seorang PMI diterima bekerja di Korea untuk perusahaan Boseong Munhwasa, bergerak di bidang printing dan reproducing di Provinsi Gyonggido, kota Pajusi mengungkapkan harapannya agar bisa mengumpulkan uang demi membesarkan usaha kelontong di kampungnya.

“Saya harus bisa menerapkan kedisiplinan saya selama mengikuti pelatihan untuk bekerja disana” ungkapnya. *** (BCHT/Humas/DH).