Bocor, Razia Sat Pol PP Pemkab Lampung Tengah Batal

oleh -
Razia Sat Pol PP Lampung Tengah di salah satu lokasi hiburan

Lampung Tengah, Suaralidik.Com – Diduga informasi telah bocor terlebih dahulu tentang akan dilakukannya razia tempat hiburan malam oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Lampung Tengah (Lamteng) yang di pimpin Kabid Penegakan Perda dan Perundang- undangan JITO, SIP, Kamis (20/12/19).

Alhasil razia tersebut tidak membuahkan hasil alias nihil. Padahal malam sebelum- sebelum nya ratu karaoke tidak pernah ada kata tutup satu jam pun setiap malamnya.

Namun sungguh disayangkan waktu yang telah di tunggu- tunggu oleh masyarakat untuk membersihkan kampungnya tidak membuahkan hasil.

Karena informasi akan adanya razia tersebut, diduga telah sampai di telinga pemilik atau pengelola hiburan berbau maksiat yang berkedok karaoke keluarga.

“Saat ditanya oleh awak media tengtang bocornya informasi tersebut, jito hanya mengeluarkan sepatah kata ” Iya itu, sangat disayangkan bisa terjadi seperti ini,” ucapnya.

Kembali saat salah satu masyarakat berikan pertanyaan tentang kabar, adanya rencana masyarakat yang akan turun langsung untuk melakukan penutupan tempat hiburan yang berbau maksiat tersebut, jito memeberikan lampu hijau.

” Ya sudah kalau ada jalan seperti itu dari masyarakat, nanti kabari kami ketika masyarakat sudah ada dilapangan,”tukasnya.

Karena menurut Jito yang di kawal oleh puluhan jajaran nya tersebut, pihaknya wajib mendapatkan bukti yang sangat akurat, baru dilakukan tindakan tegas, tutupnya.

Di tempat terpisah, Ketua Forum Masyarakat Peduli Lampung Tengah (FMPLT), Cik Rustam mengatakan, forum yang di nahkodainya tersebut siap menjadi pengawal aksi yang dilakukan masyarakat nanti.

Karena dirinya menilai banyak oknum yang menjadi penghianat jika razia dilakukan oleh Sat Pol PP, apa lagi dengan membawa pasukan.

“Banyak yang menjadi penghianat dalam razia ini, saya beserta jajaran siap untuk mengawal jika masyarakat ingin turun langsung untuk melakukan penegakan Perda terhadap ratu karaoke,” katanya.

Karena, lanjutnya, sangat tidaklah masuk akal, baru kali pertamanya malam ini ratu karaoke yang telah tutup dari awal, tidak seperti hari biasanya yang tutup hingga Adzan subuh.

Lalu selain itu, dirinya ingin wilayah tidak ada tempat hiburan berkedok karaoke keluarga, tapi ternyata tempat tersebut berbau maksiat. Selain melanggar Perda juga melangar aturan adat istiadat masyarakat lokal, apa lagi hiburan tersebut sangat dekat dengan pemukiman padat penduduk, lanjunya.

Sebenarnya Sat Pol PP tidak perlu melakukan razia seperti malam ini, karena biar sepuluh kali lakukan razia tidak akan pernah bisa berhasil” Sekarang ini Kasat atau pun Kabid tinggal perintahkan satu atau dua anggota untuk memantau lokasi yang di tujuh.

Setelah mendapatkan data yang akurat, kenapa harus tunggu waktu lama untuk lakukan tindakan tegas. ” Sat Pol PP kan ada bagian Intel yang mumpuni dan bisa di terjunkan, ada juga anggotanya yang tinggal di bandarjaya mampu untuk membantu dapatkab informasi, tapi harus dilakukan tindakan, jika jajaran nya telah dapatkan bukti yang akurat, tutupnya. (***Tim)

HUT Kabupaten Pinrang Ke-60