BPKP Sulsel Laksanakan Penilaian Mandiri SPIP Bulukumba

oleh
Photo : Bupati Bulukumba nampak bersalaman dengan Koordinator BPKP Sulsel dalam rangka penilaian mandiri SPIP Kab. Bulukumba

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan review hasil penilaian mandiri maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Kabupaten Bulukumba. Tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP merupakan kerangka kerja yang memuat karakteristik dasar yang menunjukkan tingkat kematangan penyelenggaraan SPIP yang terstruktur dan berkelanjutan.

Review SPIP dipimpin oleh Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah (APD) BPKP Provinsi Sulawesi Selatan, Muh Abdi Uluelang kepada 11 perangkat daerah Kabupaten Bulukumba yang menjadi sampel. Abdi Uluelang mengatakan Bulukumba merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kualitas SPIP yang baik, nilainya sebesar 3,266. SPIP adalah Early Warning System atau sistem peringatan dini dalam pencegahan tindakan korupsi atau penyalahgunaan wewenang lainnya.

Lebih lanjut Abdi Uluelang menuturkan ada lima level pada maturity SPIP tersebut. Pada Level I aturan sudah tersosialisasi namun pelaksanaan SPIP belum terorganisasi. Level II, SPIP sudah dilaksanakan, namun belum terdokumentasi. Level III, sudah melaksanakan pengendalian intern dan terdokumentasi dengan baik, namun  evaluasi atas pengendalian intern dilakukan tanpa dokumentasi yang memadai. Level IV, pelaksanaan SPIP sudah terkelola dan terukur, juga telah ada evaluasi formal dan terdokumentasi.

“Level kelima yang paling bagus yaitu  Pemda telah menerapkan pengendalian intern yang berkelanjutan, terintegrasi dalam pelaksanaan kegiatan, serta didukung oleh pemantauan otomatis dengan menggunakan aplikasi Teknologi Informasi,” jelas Abdi Uluelang kepada Bupati AM Sukri Sappewali dan para kepala OPD di ruang rapat Bupati, Senin (29/10).

Menurut Abdi Uluelang, setiap level harus dibuktikan, harus ada dokumentasi untuk pengendalian setiap leveling, karena bisa jadi organisasi perangkat daerah sudah melaksanakan namun tidak bisa diukur disebabkan karena tidak ada pembuktiannya.

“Jadi kami mengharapkan laporan leveling semua OPD dapat dibuktikan. Mungkin sudah dikerjakan, namun hanya butuh pembuktian,” pinta Abdi

Bupati AM Sukri Sappewali yang memimpin rapat meminta kepada 11 OPD yang menjadi sampel review menyiapkan data dan dokumentasi pelaksanaan SPIP di perangkat daerahnya.

“Pada dasarnya kami Pemerintah Daerah sangat terbuka untuk mendapatkan masukan dari BPKP sehingga peran-peran OPD nantinya bisa berjalan efektif dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” imbuh AM Sukri Sappewali.(***iswanto)