BPPT Serahkan 30.000 Benih Ikan Nila dan 3 Ton Pakan Pelet Kepada Warga Bulukumba

oleh
Photo : BPPT Serahkan 30.000 Benih Ikan Nila dan 3 Ton Pakan Pelet Kepada Warga Bulukumba

BULUKUMBA, Suaralidik.Com  – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Diseminasi Teknologi Budidaya Ikan Nila di Kantor Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (14/8/2018).

Kegiatan ini dihadiri 100 orang lebih peserta yang merupakan pembudidayaan  ikan air tawar jenis ikan nila unggul di Kabupaten Bulukumba.

Turut hadir sebagai narasumber, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Dr.Ir.Dudi Iskanda, M.For.sc, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan BPPT diwakili Ir.Irshan Zainuddin, M.Si, Anggot DPR RI Komisi VII Dr.Ir.Hj.Andi Yuliani Paris, M.Sc, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba Drs.Alfian Andi Mallihungan.

Menurut, Dudi Iskandar, BPPT telah mengembangkan berbagai jenis ikan nila dengan berbagai keunggulan yang disesuaikan dengan tantangan lingkungan dan ekonomi ditengah-tengah masyarakat.

“Pada tahun 2007 melalui penelitian selama 6 tahun, diperkenalkan ikan Nila Gesit (General Supermale Indonesian Tilapia) sebagai penghasil benih ikan nila monoseks jantan (Genetically Monosex Tilapia/ GMT),” kata Dudi.

Dijelaskannya, dengan diperkenalkannya ikan Nila Gesit ini, bertujuan untuk meningkatkan produksi budidaya ikan air tawar, melalui pertumbuhan ikan nila jantan yang memiliki kecepatan tumbuh 30-40% lebih cepat dibandingkan ikan nila betina.

“Selain itu, dari hasil pengembangan Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi sejak 2001. Telah dihasilkan Nila Sultana yang merupakan varietas ikan nila singkatan dari Seleksi Unggul Salabintana yang diperkenalkan pada tahun 2012,” jelasnya.

Dudi menambahkan, dalam proses pembenihan, hasil persilangan antara nila sultana betina dengan nila gesit jantan terbukti mampu menghasilkan pertumbuhan lebih cepat sampai 40 %.

Sedangkan berbagai inovasi teknologi juga dikembangkan untuk mendukung peningkatan produktivitas ikan nila dalam kegiatan budidaya, dimana pakan yang diberikan  ditambah dengan suplemen Pertumbuhan Protein Rekombinan (rGH) yang dapat meningkatkan daya cerna (digestibilty) sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.

“Pemberian vaksin DNA Streptococcus sp melalui pakan juga diberikan untuk meningkatkan daya tahan hidupnya (survival rate) terhadap serangan bakteri Streptococcus sp,” jelas Dudi.

Dalam kegiatan ini, peserta diberikan materi Teknologi Budidaya Ikan Nilw Unggul dan Praktek Pembuatan Pakan yang Mengandung Vaksin DNA  Streptococcus dan Suplemen Pertumbuhan rGH oleh Tim Perekayasa BPPT.

Diakhir acara, pihak BPPT bersama dengan Anggota DPR RI Andi Yuliani Paris dan Kepala Dinas Perikanan menyerahkan bantuan paket budidaya ikan, diantaranya, 30.000 benih ikan nila dan 3 ton pakan pelet, obat-obatan dan vaksin dari BPPT kepada kelompok pembudidaya ikan setempat.

Anggota DPR RI Andi Yuliani Paris berharap semoga kegiatan diseminasi teknologi ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya di Kabupaten Bulukumba pada khususnya dan Provinsi Sulawesi Selatan pada umumnya. (***sufri).