banner 728x250

Buka Festival Budaya Kajang, Ini Pesan Bupati Bulukumba

  • Bagikan
Festival Ammatoa
Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba saat menghadiri pembukaan Festival Budaya Kajang, Rabu (15/09||

BULUKUMBA, suaralidik.com  – Bupati Bulukumba H.A.Muchtar Ali Yusuf membuka secara resmi Festival Adat Budaya Kajang Ammatoa, sekaligus pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Adat Ammatoa Kajang, Rabu (15/09).

Turut hadir mendampingi Andi Utta yakni Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, Kadis Pariwisata Ali Saleng, sejumlah anggota DPRD Bulukumba, Camat Kajang Andi Ridwan (Labbiria) Kepala Desa Tanah Towa Abd.Salam (Galla Lombo), tokoh Adat, tokoh Agama dan tokoh Pemuda. Hadir pula Dr.Syamsul Ma’arif, salah satu dosen Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

banner 728x250

Salah seorang tokoh masyarakat Kajang yang sekaligus mantan anggota DPRD Bulukumba Abdul Kahar Muslim, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bupati bersama jajaran dalam rangka membuka Festival Adat Ammatoa.

Bupati Muchtar Ali Yusuf menuturkan bahwa patut disyukuri dimana Kabupaten Bulukumba memiliki kawasan adat Ammatoa yang masih terjaga sampai saat ini, sehingga hal tersebut menjadi sektor andalan dari wisata budaya di Bulukumba.

“Kegiatan festival budaya seperti ini sangat penting dilakukan secara kontinyu, sehingga seni budaya di daerah kita ini dapat terpelihara dengan baik,” ujar Andi Utta.

Sebagai salah satu daerah yang diposisikan sebagai tujuan wisata, maka kata Bupati perlunya peningkatan kesadaran semua pihak untuk terus didorong kearah proses perubahan yang lebih baik dengan secara sinergis bersama semua elemen kepariwisataan menyusun rencana tindak secara terencana, terprogram dan berkelanjutan dengan memanfaatkan segala sumber daya lokal dan pelibatan seluruh pihak, contohnya pelaksanaan Festival Budaya Kajang yang melibatkan generasi muda dalam mengembangkan kreatifitasnya sebagai bentuk menjaga, melestarikan, dan memelihara budaya yang dimiliki.

“Olehnya itu saya berharap kegiatan seperti ini harus terus didukung oleh kita semua, khususnya dari pemerintah desa untuk memberikan pembinaan dan pendampingan generasi muda dalam mengembangkan kreasi bidang seni budaya,” ucap Andi Utta.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Festival Adat Ammatoa Kamsuri Muslim melaporkan dana yang dipergunakan dalam melaksanakan festival tersebut bersumber dari ADD (Anggaran Dana Desa) Tanah Towa serta kontribusi dari dosen Universitas Gajah Mada (UGM) Dr Syamsu Ma’arif.

Lomba festival berlangsung selama 4 hari mulai dari tanggal 15 hingga 19 September 2021 dengan memperlombakan Pabbitte Passapu, Basing, Kelong Jaga, Angngaru, Attannung, Akkacapi, Akrupama,dan masih banyak yang lain.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *