Buka Kegiatan Sarasehan GP3M, Ini Pesan Sekda Pohuwato

oleh -31 views
Sekda Pohuwato
Foto : Sekda Pohuwato Djoni Nento saat memberikan sambutnya pada kegiatan sarasehan gerakan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Disdikbud Pohuwato, Selasa (12/11).(foto Iwan Humas).

POHUWATO, Suaralidik.com – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pohuwato, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), menggelar Sarasehan GP3M (Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri), Selasa 12/11/2019.

Kegiatan yang digelar di pelataran pantai pohon cinta dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Pohuwato Djoni Nento. Dihadiri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diwakili Kepala BP Paud Dikmas, Drs. H. Bambang Kusnaidy,M.Pd, Assisten Pembangunan, Kadis Pendidikan Rudi W.E. Daenunu, Rusmiyati Pakaya, Kadis Perindagkop Zulkifli Umar, Anggota DPRD Al. Amin Uduala, Direktur Pembinaan Keaksaraan dan Kesetaraan Direktorat PAUD dan Dikmas.

Dalam sambutannya Sekda Pohuwato mengatakan, GP3M merupakan gerakan yang didorong oleh Pemda, Pemprov dan pemeritah pusat, karena penduduk Indonesia terbanyak adalah kaum perempuan dan ini potensi pembangunan nasional.

“Di Pohuwato kaum perempuan lebih kurang 73.525 jiwa, dari jumlah penduduk 146.549 jiwa. Maka peran perempuan sangat strategis dalam rangka pembangunan daerah. Olehnya hal ini sangat perlu karena bagian yang tidak terpisahkan dari persoalan pembangunan di daerah,” tutur Sekda.

“Perempuan di pohuwato perempuan yang kretif, inovatif dan produktif, terbukti dengan adanya pameran yang merupakan hasil karya perempuan itu sendiri,” sambung Sekda.

Meski demikian, Djoni berharap, dengan adanya kegiatan sarasehan kedepan lebih banyak lagi perempuan yang bisa berinovasi dalam mengembangkan dan memanfaatkan SDA yang ada.

“Kaum perempuan adalah bagian yang tak terpisahkan dari potensi sumber pembangunan daerah. Namun dengan kegiatan ini akan lebih banyak lagi kedepan karena kita lebih diberikan lagi penididkan, pengetahuan, dan keterampilan,” harap Djoni.

Ditempat yang sama Kadis Pendidikan Rudi Daenunu menambahkan, melalui kegiatan GP3M tidak ada lagi perempuan miskin termarjinalkan baik dari segi pendidikan maupun keterampilan.

Kemudian peserta adalan penerima program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKH-P) 4 PKBM dan bantun desa lokasi SKB yang membina 200 warga belajar.

Selanjutnya untuk pelaksanaan keterampilan di masing-masing PKBM/SKB berlangsung kurang lebih 2 bulan dan diakhiri dengan kegiatan sarasehan GP3M pada saat ini.

Kegiatan dilanjutkan dengan talk show oleh Sekda, Assisten Pembangunan, Kadis Perindagkop dan Anggpta DPRD.(TR/03).