Buka Puasa Bersama di Makassar, Akbar Faizal Bicara Pancasila

oleh
Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Akbar Faizal menggelar Sosisalisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara dirangkaikan dengan  buka puasa bersama di Jalan Letjend Hertasning Kota Makassar, Jum’at (9/6/2017)

MAKASSAR,SUARALIDIK.com — Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Akbar Faizal menggelar Sosisalisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara dirangkaikan dengan  buka puasa bersama di Jalan Letjend Hertasning Kota Makassar, Jum’at (9/6/2017).

Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem Akbar Faizal menggelar Sosisalisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara dirangkaikan dengan  buka puasa bersama di Jalan Letjend Hertasning Kota Makassar, Jum’at (9/6/2017)

Dengan mengangkat tema “Kebhinekaan Dalam Konteks Kebangsaan”, turut hadir Prof. Hamdan Yohanes sebagai pembicara yang mengatakan keberagaman dan kebhinnekaaan adalah keniscayaan itu adalah takdir dan tidak bisa melawan takdir.

Dilektika peradaban dan dialektika kebudayaan kita harus berjalan. Orang tua kita dulu mengatakan ada Tiga yang harus Diketahui dalam dunia yaitu; mengaji agar tau agama, Bersekolah agar punya ilmu, dan berjalan agar kita tau warna warni kehidupan. Dari budaya kita bisa memaknai perbedaan,” ungkap Hamdan Yohanes.

Lebih lanjut Hamdan Yohanes menambahkan bahwa bangsa indonesia juga ditakdirkan dan diperjuangkan dari kalangan yang berbeda.

Menjadi indonesia adalah kebanggaan yang sangat sempurna, Saya indonesia, saya cinta budaya dan saya Islam,” tutupnya.

Sementara itu Akbar Faizal mengatakan Negara Indonesia adalah negara demokrasi, negara yang berdasarkan keberagaman bukan negara yang berbasis Islam. Jadi jangan pernah memperdebatkan mengenai agama.

Jika negara kita berbasis islam lantas Islam dihina dan dicaci maki maka saya panglima paling depan untuk membela islam,” tegasnya.

Lanjut AF yang juga merupakan Bakal Calon Gubernur Sulsel 2018 ini menyampaikan  bahwa dulunya Soekarno membentuk negara Indonesia berdasarkan melalui rapat bersama dengan kawannya yang memiliki Keberagaman agama.

Berhentilah untuk mengkritisi mengenai agama dan kita tidak di ajarkan mengkafirkan orang,” tambahnya. (RED2)