Advertizing

banner 728x250

Buktikan Janji, Mentan SYL Bagikan Bantuan Alsintan Untuk Petani Di Indramayu

  • Bagikan
Mentan SYL
Menteri Pertanian (Mentan) DR. Syahrul Yasin Limpo bersama Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono, dan Bupati Indramayu Nina Agustina menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa combine harvester 1 unit, traktor roda 4 sebanyak 1 unit, traktor roda 2 sebanyak 4 unit, dan pompa air sebanyak 10 unit untuk petani di Desa Wanasari, Kecamatan Bungodua, Kabupaten Indramayu."Jumat (30/04/2021)".

Indramayu,SuaraLidik.com – Menteri Pertanian (Mentan) DR. Syahrul Yasin Limpo bersama Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono, dan Bupati Indramayu Nina Agustina menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa combine harvester 1 unit, traktor roda 4 sebanyak 1 unit, traktor roda 2 sebanyak 4 unit, dan pompa air sebanyak 10 unit untuk petani di Desa Wanasari, Kecamatan Bungodua, Kabupaten Indramayu.”Jumat (30/04/2021).

Bantuan ini merupakan bentuk tindak lanjut kunjungan kerja Presiden Jokowi pekan lalu, guna memenuhi kebutuhan petani dan memajukan pertanian di Indramayu sebagai penghasil beras nomor satu Nasional.

banner 728x250

Hari ini saya hadir bersama Bupati, DPR RI dan para Dirjen menyerahkan bantuan yang Bapak Presiden Jokowi janjikan dalam dialog dengan kelompok tani, dan buruh tani. Ada beberapan mesin yang dibutuhkan dan hari ini kami sudah serahkan.”ujar Syahrul Yasin Limpo”.

Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini menjelaskan, perkembangan Alsintan di tingkat petani diharapkan tidak menghilangkan lapangan kerja buruh tani. Namun demikian, diharapkan agar saling di kombinasikan sehingga petani lebih efektif meningkatkan produksi, mengifisiensikan biaya dan tetap menjadi lapangan kerja bagi buruh tani.

Kita berharap bahwa mesin ini tidak menghilangkan pekerjaan buruh tani, tetapi dalam rangka melakukan percepatan saat musim panen serentak di semua daerah. Mengingat hal ini, kita memang memerlukan percepatan sehingga semua lebih efektif.”ungkap Syahrul Yasin Limpo”.

Lanjut Syahrul, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Pemerintah agar produk tanaman pangan khususnya gabah atau beras, jagung, kedelai semakin berkualitas sesuai standar yang berlaku. Dengan begitu, pelaksanaan pembangunan pertanian berhasil mewujudkan nilai tambah, dimana petani memperoleh harga yang lebih layak.

Oleh sebab itu, saya meminta bantuan harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan berkelanjutan. Kami akan terus memberikan bantuan alat mesin pertanian sebagai bentuk komitmen Pemerintah untuk meningkatkan produksi dan nilai jual produk tanaman pangan.”tutur SYL (sapaan akrabnya)”.

Selain itu, Mentan SYL mengungkapkan bahwa sektor pertanian merupakan menjadi salah satu sektor yang mampu memberikan kontribusi positif ditengah wabah covid-19. Tidak hanya itu, kebutuhan pangan terus ada sehingga pertanian selalu menyediakan lapangan pekerjaan.

Pertanian itu lapangan kerja, jadi kalau mau cari uang tidak usah ke kota, cukup di desa saja untuk bertani. Saat ini kurang lebih ada 8 juta petani baru, semua yang di PHK putus kerja keluar dari perusahaan, mereka sekarang bertani supaya mereka mendapatkan uang.

Selain penggunan Alsinta, Syahrul juga mendorong para petani untuk terus menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengakselerasi hasil pertaniannya. Petani kedepan tidak lagi mengharapkan bantuan, namun sudah mandiri dalam menjalankan aktivitas pertanian yang maju dan modern.

Pemerintah siap membantu petani untuk mengakses (KUR). Saya dan Bupati akan mempermudah bagi siapa saja petani yang mengajukan (KUR). Tidak hanya Alsintan, dengan (KUR) kita bisa membangun penggilingan modern skala besar.”jelas Syahrul”.

Sementara itu Anggota DPR RI Komisi IV Ono Surono, mengapresiasi tindak lanjut perintah Presiden Jokowi yang secara cepat memberikan realisasi terhadap janji ke para petani. Ini juga merupakan upaya Presiden Jokowi dalam mengecek ketersediaan beras yang cukup sehingga tidak lagi dilakukan impor.

Kita apresiasi langkah Presiden Jokowi dan seluruh jajaran untuk turun langsung cek ke lapangan terkait isu awal bahwa Indonesia akan impor beras yang sebelumnya secar tegas ditolak oleh Komisi IV DPR RI.

Menurut Ono, pertanian memang menjadi lapangan pekerjaan yang terus ada dalam kondisi apa pun. Generasi milenial diharapkan dapat melihat peluang ini dan saat ini sebenarnya banyak generasi milenial yang terjun langsung ke pertanian, apalagi saat ini juga banyak perusahaan yang mengurangi karyawan.

Di era sekarang salah satu bisnis yang terus berjalan yakni bisnis pangan, jadi memang benar pertanian ini sektor paling kuat menghadapi dampak covid-19.”tutupnya”.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *