Bulukumba Kekurangan Stok Darah, Pemakaian Perbulannya Capai 250 Kantong

oleh
BDRS RSUD Sultan Dg Radja Harapkan Masyarakat Giat Donor Darah.

*BDRS RSUD Sulthan Dg Radja Harapkan Masyarakat Giat Donor Darah

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Tingginya kebutuhan permintaan darah yang semakin meningkat setiap bulannya, membuat Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) RSUD Andi Sulthan Daeng Radja bersama dengan UTD Cabang PMI Bulukumba gencar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk giat donor darah.

BDRS RSUD Sultan Dg Radja Harapkan Masyarakat Giat Donor Darah.

Dalam catatan BDRS RSUD Andi Sulthan Daeng Radja, kebutuhan pemakaian darah di rumah sakit meningkat setiap tahunnya, hal itu diungkapkan oleh kepala BDRS RSUD dr. Jusniati, Selasa (26/10/17).

“Bila dibandingkan dengan pemakaian darah pada tahun 2016 yang lalu hanya 150 per bulan, di tahun 2017 ini meningkat lebih tinggi hingga mencapai 250 kantong darah perbulan jika dikalikan 12, maka persiapan darah di rumah sakit harus mencapai angka 3000 kantong darah dalam setahun,” ungkapnya.

Ditambahkannya, saking tingginya pemakaian darah tersebut, membuat stok darah yang jumlahnya 20 kantong hanya bertahan 2-3 hari saja.

Sementara, kepala UTD Cabang PMI Bulukumba, dr. St. Nurhayati, mengungkapkan bahwa sosialisasi donor arah memang oerlu dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang mendonorkan darahnya, sadar akan meningkatnya pemakaian darah setiap tahunnya.

“Sebenarnya banyak manfaat akan donor darah antara lain “terhindar dari berbagai macam penyakit (menyehatkan, RED), membuat tubuh menjadi segar dan lebih ringan, dan tentunya adanya regenerasi darah atau pembentukan sel darah baru. Jadi ayo jangan takut donor darah,” jelas dokter yang akrab dengan sapaan Nur.

Selain itu dirinya berharap, semoga kedepan akan semakin banyak instansi pendidikan, kesehatan, pemerintahan bahkan instansi swasta sadar akan donor darah.

“Penting agar kebutuhan darah dapat teratasi, secara tidak langsung juga mewujudkan setetes darah untuk kehidupan dan ingat, masalah darah tidak bisa dibeli seperti obat,” kunci dr. Nur.