Bulukumba Meeting Forum; Melahirkan Rekomendasi Untuk Bulukumba.

oleh

 

14641936_1607955779500360_13160513605461645_n

SuaraLidik.com__Bulukumba–Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Bersama Lingkar Data Indonesia (LidI), saat Kamis malam, 13 Oktober 2016, menggelar dialog bertajuk Bulukumba Meeting Forum untuk kedua kalinya.

Di Pelataran studio Radio Cempaka Asri 102,5 FM Bulukumba, dan Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2016, Bulukumba Meeting Forum mengangkat tema, “Reposisi Peran Pemuda Dalam Pembangunan Bulukumba.”
Dialog kepemudaan yang terselenggara atas kerjasama antara KNPI Bulukumba dan LiDI, bersama Radio Cempaka Asri Bulukumba, menghadirkan narasumber antara lain, Hermayanto (KNPI), Ahmad Said (tokoh pemuda sekaligus mantan Komisioner KTP), Suparman Hamid (Ketua Osis SMU 1 Bulukumba), dan Muhammad Isbair (Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Kab. Bulukumba).

Layaknya sebuah dialog, sejumlah ide, gagasan, kritik, maupun saran, yang berkaitan dengan peran pemuda dalam pembangunan Bulukumba mengalir menyesaki ruang diskusi.

Syamsul Bahri Majjaga dari Lingkar Data Indonesia ketika membacakan narasi pengantar dialog, menjelaskan bahwa pemuda hari ini sesungguhnya tidak punya ruang untuk menghindari tantangan zaman. Mereka tidak memiliki pilihan lain, selain bangkit melanjutkan tongkat estafet kegemilangan sejarah pemuda di masa lalu.

Apakah pemuda Bulukumba mampu untuk itu? “Mampu atau tidak, akan sangat tergantung pada bagaimana pemuda membangun kelayakan diri termasuk mengenali corak dan karakter zaman,” kata Zul.

Selaras dengan Zul, Hermayanto juga menjelaskan hal serupa. Peran pemuda menurutnya harus bergerak ke ranah solutif. “Saya setuju, zaman saat ini mengehendaki pemuda tidak hanya memainkan peran-peran kritik. Lebih dari itu, pemuda harus mampu menawarkan solusi atas permasalahan yang ada,” tegas Anto, panggilan akrab Hermayanto.

Wacana yang berkembang dalam forum semakin dinamis, ketika Ahmad Said menjabarkan kekejaman zaman jika kita terjebak dalam permainan lakon yang keliru. Menurutnya, zaman tidak pernah segan menggilas generasi yang tidak siap.

“Oleh karena itu, pemuda yang cerdas adalah pemuda yang mampu memproyeksi zaman di masa datang, lalu membentuk kelayakan diri yang selaras dengan tuntutan zaman,” papar Said.

Lebih jauh, Said bahkan menantang KNPI Bulukumba sebagai wadah perhimpunan pemuda untuk menggagas desain program pemberdayaan pemuda untuk ditawarkan kepada pemerintah.

 

14732229_1607969492832322_1579768727786130394_n

 

Suasana berbeda tiba-tiba menyeruak dalam forum tatkala pemandu forum, Irwan Ali, mempersilahkan Suparman Hamid berbicara. Perubahan suasana itu terjadi karen Suparman Hamid adalah pembicara termuda. Ia adalah Ketua Osis SMU 1 Bulukumba yang saat ini masih duduk di bangku kelas 2 SMU.

Meski dalam usia yang masih sangat muda, bukan berarti kualitas argumentasi yang ia paparkan berada dalam kadar rendah. Sebaliknya, ia memukau peserta dialog. Berbeda dengan cara pandang pemateri sebelumnya yang terkesan menyisakan ruang keraguan. Suparman justru menghentak forum dengan optimismenya. Ia merasa yakin Bulukumba bisa lebih maju dari saat ini.

Bagi Suparman, Bulukumba memiliki banyak potensi yang bisa dikelola untuk menciptakan kemajuan di masa datang. Salah satu potensi yang ia maksud adalah soal sumber daya manusia yang dimiliki oleh Bulukumba.

“Saya mengambil contoh, misalnya kakak senior saya di SMU 1 pernah menjadi juara III karya tulis ilmiah di Turki. Ada pula yang menjadi finalis karya tulis ilmiah di Amerika Serikat. Bukan itu saja, kapten salah satu timnas Indonesia berasal dari SMU 1,” urai Suparman.

Sementara itu, Muhammad Isbair selaku pihak yang mewakili pemerintah, mengapresiasi ide dan gagasan, termasuk digelarnya Bulukumba Meeting Forum. Menurut dia, forum-forum seperti ini memang sangat penting dihidupkan kembali di Bulukumba.

Terkait dengan kesiapan pemda, Isbair menjelaskan bahwa pada dasarnya Pemda sangat mendukung dan mengapresiasi ide, gagasan, dan program yang didorong oleh pemuda.

“Jadi kawan-kawan, silahkan mendesain program lalu tawarkan kepada implementor, mungkin bisa pemerintah ataupun pihak swasta.

 

Rekomendasi
(1) Mendorong Pemerintah Daerah Kab. Bulukumba untuk memberikan semacam apresiasi kepada pemuda yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan.
(2) Mendorong KNPI Bulukumba mendesain rancangan program pemberdayaan pemuda untuk ditawarkan kepada pemerintah daerah.
(3) Mengajak kepada semua komponen pemuda Bulukumba untuk berperan solutif dalam pembangunan daerah.

Hermayanto DM
Hermayanto DM

 

Hermayanto DM yang menyimpulkan seluruh materi diskusi, sebagai sekretaris Bidang Ideologi dan Politik di DPD KNPI Kabupaten Bulukumba.