Bulukumba Meeting Forum; “Membincang Kepahlawanan Dalam Karya”

oleh

 

SuaraLidik.com -#Bulukumba, Pada Momen Hari Pahlawan Nasional, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Bulukumba Komisi Ideologi dan Politik, Bersama Lingkar Data Indonesia (LiDI), dan di Liput Langsung Oleh Radio Cempaka Asri 102,5 FM Bulukumba, dalam Bulukumba Meeting Forum, Kembali menggelar Diskusi Interaktif yang bertema “Menyadur Kepahlawanan Sebagai Kontribusi Pembangunan Daerah”. Diskusi yang ditempatkan di Jalan Kusuma Bangsa di Warkop Kumbang Kota Bulukumba, (Selasa/08/11/2016), dihadiri oleh beberapa Narasumber. Terlihat dari KNPI Bulukumba yang diwakili oleh Ustad Arman, Syamsir Niko Soni dari Himpunan Tani Dan Nelayan Bulukumba (HTMB), Hendrayanto yang merupakan penggerak Open organeser yang lebih memaparkan agendanya yang terfokus pada seni dan Budaya di Bulukumba, dan yang lebih menarik diskusi ini, dengan hadirnya pembicara yang penuh inovasi dan motivasi, yaitu Durektur Rumah Belajar Bersama (RBB) Zulkarnaim Patwa, yang sedikit memaparkan tentang Lembaganya yang lebih pada gerakan sosial, yang fokus pada bidang pendidikan yang bersifat mandiri dan kualitas yang tak diragukannya sebagai solusi pendidikan yang begitu rumitnya pengetahuan dipahami oleh anak didik didalam pendidikan formal diera saat ini. Naim (Nama Sapaannya), menjelaskan, “Kami melihat realitas saat ini, mata pelajaran matematika contohnya, itu dianggap seperti hantu menakutkan bagi seorang anak pelajar Dasar, dan kami menilai saat turun langsung kesekolah-sekolah di Bulukumba ini, masih banyak terbukti anak yang sudah kelas 4, 5 dan 6 belum juga menghafal perkalian 1 sampai 10, yang merupakan dasar dari ilmu matematika, dan itu terjadi hampir semua sekolah SD yang pernah saya kunjungi, begitu pun yang berlabel unggulan”, Naim Fatwa Jelasnya. Zulkarnaim Patwa Menambahkan, “Kami mengawal ade-ade belajar Total Understanding atau pemahaman total, itu untuk program belajar Bahasa Inggris khususnya, dan kami memakai metode 40, dengan metode ini anak didik akan dilatih bersabar dan tekun, karena metode 40 juga adalah tradisi belajar dalam dunia Islam, seperti ketika Nabi Muhammad Bertafakkur dalam Goa selama 40 hari saat menerima Wahyu pertama yaitu Iqra, yang merupakan kunci dari segala ilmu pengetahuan adalah membaca”, Direktur RBB, Naim Fatwa Tambahnya. Turut hadir A.Kobi sebagai petani bibit Jamur yang mengakui sudah 3 tahun melakoninya dan sudah menjadi penghasilan tetapnya bersama warga lainnya di Desa Bonto Bangung Kecamatan Riau Ale Kabupaten Bulukumba, dirinya mengaku “Bahwa kami ini dari kelompok Tani yang dibina oleh pemerintah, tetapi bibit serta fasilitas kami sekarang itu kami sendiri yang usahakan, bibit jamur ini kami beli di Bandung, dan harga bibitnya sedikit mahal, itulah sebabnya kami masih terbatasi oleh akses”, A.Kobi Paparnya. A.Kobi Sebagai Petani Jamur Berharap kepada pemerintah agar lebih lagi memberikan bantuannya, untuk mengembangkan usahanya ini. A. Awal, Sebagai Narasumber yang juga hadir menyampaikan apa yang sudah digagasanya bersama pemuda- pemudi di kampungnya tentang Kopi Kahayya yang merupakan aset Bulukumba, A.Awal menyampaikan “Kami sudah melakukan penyuplaian Ke beberapa daerah atau provinsi, katakanlah Sumatra, Jakarta dan kota makassar”, A. Awal jelasnya. Katanya lagi, “Seorang ahli kopi pernah menyampaikan, bahwa kopi Kayayya dari Kabupaten Bulukumba adalah merupakan kualitas terbaik juga yang tak kalah bagusnya dari kualitas kopi yang pernah ada”, A.Awal Pungkasnya. Juga Narasumber yang sudah Malam melintang didunia Pengorganisasian masyarakat Tani, Armin Salassa, salah seorang pembicara Nasional namun asli Bulukumba juga, yang begitu banyak memberi motivasi dalam diskusi kali ini, Armin dikenal sebagai pengagas pertanian alami dikabupaten Bulukumba hingga Ke beberapa provinsi di Indonesia, Armin menjelaskan tentang Kepahlawanan, Menurutnya “Kepahlawanan itu tak perlu label dari siapapun, Kepahlawanan Itu butuh keteguhan dan tindakan positif yang bernilai bagi diri dan orang lain, ukuran dari Kepahlawanan adalah karya atau perbuatan yang menghidupkan, yang dapat berguna untuk orang lain, mengajak orang lain itu bersama membangun secara konsisten dan gotong royong adalah kuncinya, karena kepahlawanan memang butuh pengorbanan dan karya nyata”, Armin, Jelasnya. Armin Salassa juga menambahkan, “Mustahil Kita dapat mengubah Bulukumba jika bukan dalam angka, artinya data itu harus jelas, agar kita mampu mengukur yang sudah ada dan yang belum ada, yang kurang dan yang lebih di Kabupaten Bulukumba ini”, Armin Salassa, (Sekjen Federasi Tani Sulsel). Tambahnya. Akhmad Said juga Sebagai Narasumber yang juga menyampaikan wacananya tentang kepahlawanan, “Kepahlawanan itu adalah etos kerja, bagaiamana kita melakukan sesuatu yang mampu dinilai baik dan berharga bagi orang lain, seorang pahlawan itu merasakan apa yang dirasakan oleh selamanya, seorang pahlawan hadir membantu untuk membantu apa yang dibutuhkan oleh orang lain namun dilakukannya tanpa pamri atau ikhlas, dan memang butuh pengorbanan didalamnya, dan jangan pernah takut akan resiko jika itu baik untuk sesama”. Ahkmad Said, Paparnya. Ahmad Said juga menambahkan, bahwa “Kabupaten Bulukumba ini adalah Kabupaten potensi, baik dari Sumber Daya manusianya, begitupun Sumber Daya alamnya, tergantung bagaimana menejemennya untuk digunakan dan dikelola dengan baik potensi itu, itu tergantung bagaimana karakter kepemimpinan pemerintahan si daerah ini. Ahmad Said, Tutupnya. #AntoLidik