Bumdesa di Bulukumba Mulai Menggeliat, 4 Desa Yang Potensial

oleh
Bumdes Bulukumba

Bulukumba,suaralidik -Sejak anggaran dana desa mulai mengucur di desa, kini pemerintah desa bersa ma warganya mulai berbenah untuk memajukan desanya. Termasuk dengan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) sesuai potensi masing-masing desa.

Bumdes Bulukumba

Perkembangan terakhir, setidaknya ada empat Bumdesa potensial di Bulukumba yang patut menjadi percontohan untuk Bumdesa lainnya. Bumdesa tersebut yakni Bumdesa Bonto Salle, Bumdesa Kambuno, dan Bumdesa Garuntungan Jaya, dan Bumdesa Bontomanai Jaya.

Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Bulukumba, Surahman mengungkapkan, Bumdesa Bonto Salle berada di Desa Darubiah, Kecamatan Bontobahari. Penyertaan modalnya dari APBDes 2017 mencapai Rp 365 juta dan bantuan modal Kemendes PDTT RI 2017 Rp 50 juta. Bumdesa tersebut memiliki unit usaha simpan pinjam memiliki laba Rp 4 juta.

“Ada unit usaha baru kita rintis wisata Panaikang Biraya. Sementara pembangunan, rencana akan diresmikan Bupati Bulukumba pada Maret 2018,” ungkapnya.

Selanjutnya ada Bumdesa Kambuno di Desa Kambuno, Kecamatan Bulukumpa. Penyertaan modalnya dari APBDes 2017 Rp 279 juta dan bantuan Kemendes PDTT RI 2017 Rp 50 juta. Bumdesa tersebut memiliki unit usaha wisata yakni kolam renang yang dibuka secara resmi pada 31 Desember 2017 memiliki laba Rp 6 juta. Sesuai perjanjian notaris, 30 persen pemasukan untuk pemilik lahan dan 70 persen menjadi pemasukan Bumdesa. Dari pemasukan tersebut 25 persen untuk Pendapatan Asli Desa.

Sedangkan Bumdesa Garuntungan Jaya di Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, lanjut Surahman, penyertaan modalnya dari APBDes 2017 Rp 80 juta dan bantuan modal Kemendes PDTT RI 2017 Rp 50 juta. Bumdesa tersebut memiliki unit usaha penyewaan perlengkapan pesta memiliki laba Rp 10 juta.

Selanjutnya Bumdesa Bontomanai Jaya di Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale. Penyertaan modalnya dari APBDes 2017 Rp 79 juta, dan bantuan modal Kemendes PDTT RI 2017 Rp 50 juta. Bumdesa dengan unit usaha simpan pinjam dan toko Saprodi itu memiliki laba Rp 10 juta.

“Secara keseluruhan kalau berhitung laba belum bisa kita ukur mengingat Bumdesa terbilang baru dirintis. Setelah penyertaan modal itu di tahun ketiga kita sudah menunggu hasil dan bisa mengukur perkembangan BUMDes,” tegasnya.

Empat Bumdesa Potensial

1. Bumdesa Bonto Salle, Desa Darubiah, Kecamatan Bontobahari
Penyertaan modal
a. APBDes 2017 : Rp 365.000.000,-
b. Bantuan Modal Kemendes PDTT RI 2017 : Rp 50.000.000,-
Laba : 4.000.000
Unit usaha : Simpan Pinjam dan Destinasi Wisata Panaikang Biraya (sementara finishin pembangunan)

2. Bumdesa Kambuno, Desa Kambuno, Kec. Bulukumpa
Penyertaan modal
a. APBDes 2017 : Rp 279.000.000,-
b. Bantuan Kemendes PDTT RI 2017 : Rp 50.000.000,-
Laba : Rp 6.000.000,-
Unit Usaha : Pengelolaan kolam renang (dibuka secara resmi Desember 2017)

3. Bumdesa Garuntungan Jaya, Desa Garuntungan, Kec. Kindang
Penyertaan modal
a. APBDes 2017 : Rp 80.000.000,-
b. Bantuan Modal Kemendes PDTT RI 2017 : Rp 50.000.000,-
Laba : Rp 10.066.000,-
Unit Usaha : Penyewaan Perlengkapan Pesta

4. Bumdesa Bontomanai Jaya Desa Bontomanai Kec. Rilau Ale
Penyertaan Modal
a. APBDES 2017 : Rp 79.102.000,-
b. Bantuan Modal Kemendes PDTT RI 2017 : Rp 50.000.000,-
Laba : Rp 10.000.000,-
Unit Usaha : Simpan Pinjam dan toko Saprodi
[10:04, 2/25/2018] Darwis: FPAM BANTAENG DESAK PANWAS BERSIKAP NETRAL DI PILKADA BANTAENG

Bantaeng, kontestasi pemilihan kepala daerah tak lama lagi akan di lakukan serentak di sulawesi selatan terutama pemilihan bupati dan wakill bupati di kab. Bantaeng periode 2018-2023 , namun namun gedrang perang pertarungan sudah semakin memanas .

Menanggapi beberapa situasi politik yang ada di Kab. Bantaeng maka FPAM BANTAENG pun angkat bicara terkait beberapa kondisi yang ada di Kab. Bantaeng. Melalui Sekjen FPAM BANTAENG Acha menyammppaikan bahwa “PANWAS di Kab. Bantaeng harus jeli melihat intrik-intrik politik yang di lakukan oleh para tim sukses pasangan calon jangan sampai PANWAS itu tidak bersikap netral dan tidak paham aturan yang ada”Tegas Acha

Lanjut dari itu Acha menjelaskan adanya beberapa PANWAS yang mencabut atribut pasangan calon yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada. ” kami menemukan beberapa PANWAS di bantaeng mencabut atribut yang semestinyanya tidak di cabut pembersihan yang di lakukan KPU itu hanya yang berada di jalanan saja bukan yang tertempel di dinding-dinding rumah warga dan pencabutan itu hanya di lakukan ke satu pasangan saja maka kami berpandangan bahwa jangan sampai PANWAS di bantaeng bersikap tidak netral di pilkada Kab. Bantaeng. Tutup Acha Sekertaris Jendral FPAM BANTAENG.