Bupati Andi Sukri Pimpin Apel Pasukan Operasi Ketupat di Mapolres Bulukumba

oleh
Apel Operasi Ketupat di Mapolres Bulukumba
Bupati Bulukumba, Andi Sukri A Sappewali saat mengikuti Upacara Apel Operasi Ketupat di Mapolres Bulukumba, Kamis (6/6/2018)

Bulukumba, suaralidik.com – Dalam rangka menghadapi hari raya Idul Fitri 1439 H, secara serentak, Rabu (6/6) jajaran Kepolisian Republik Indonesia menggelar Apel pasukan Operasi Ketupat 2018, termasuk di Bulukumba.

Pada apel gelar pasukan operasi ketupat 2018 di wilayah hukum Polres Bulukumba, Bupati Bulukumba AM.Sukri A.Sappewali tampil memimpin apel tersebut, di lapangan upacara Mapolres Bulukumba, dihadiri Kapolres AKBP.M.Anggi Naulifar, SIk, Msi, Waka Polres Kompol.Syarifuddin, para Kabag, Kasat, Kapolsek, Kadis Perhubungan HA.Kurniady, para perwira se Polres Bulukumba dan undangan lainnya, ditandai pemasangan pita oleh Bupati kepada perwakilan personil.

Sebelum membacakan sambutan seragam Kapolri, Bupati Andi Sukri melakukan pemeriksaan pasukan terdiri Kodim 1411, Polres, Dishub Satpol PP, Damkar, dan Pramuka, didampingi komandan upacara Iptu Ambo Enre.

Menurut Kapolri yang disampaikan bupati Andi Sukri, Operasi ketupat 2018 serentak dilaksanakan di seluruh jajaran Polda selama 18 hari dimulai tanggal 7 sampai 24 Juni 2018, melibatkan 173.397 personil gabungan unsur Polri, TNI, Pemda serta Stakaholder terkait dan masyarakat lainnya.

Kapolri menegaskan, setidaknya terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama, yaitu stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.
Kerawanan kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik.

” Saya tekankan kepada seluruh personel terutama pada titik rawan kecelakaan , agar benar benar melakukan pemantauan secara cermat,” tegas Bupati saat membacakan amanat Kapolri.

Kemudian kerawanan ketiga, potensi bencana alam dan gangguan kantibmas lainnya seperti curat, curas curanmor, copet, pencurian rumah kosong , begal dan hipnotis. ” Saya minta para Kasatwil mengambil langkah pre emtif dan preventif, sehingga bida menekan potensi yang ada,” tegas bupati.

Dan potensi kerawanan keempat adalah ancaman tindak pidana terorisme. ” Saya tekankan seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelejen yang diimbangi upaya penegakan hukun secara tegas, melalui optimalisasi peran satgas anti teror diseluruh jajaran Polda,” demikian ditegaskan Kapolri melalui Bupati Andi Sukri.(***Edy)