Bupati Boltim Minta Tradisi “Lebaran Ketupat” Tidak Dirayakan Berlebihan

oleh
Suasana Lebaran ketupat di Boltim
Tradisi lebaran ketupat di Kabupaten Boltim Sulawesi utara biasanya dirayakan satu minggu pasca hari raya Idul Fitri setiap tahunnya

BOLTIM – suaralidik.com, Tradisi lebaran ketupat yang biasanya dirayakan satu minggu pasca hari raya Idul Fitri diharapkan tidak menjadi ajang untuk berlebih-lebihan. Demikian disampaikan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar SH dalam ceramahnya usai mengimami Salat Jumat di Masjid An Nur Desa Bulawan, Kecamatan Kotabunan, Jumat (22/6).
“Jangan melampaui batas dalam menyambut bulan Syawal,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, pelaksanaan lebaran ketupat tidak dilarang asalkan tidak dirayakan dengan pesta pora yang menyebabkan mubazir dan menjurus riya . “Yang dilarang itu pesta pora, riya, pemborosan-pemborosan. Lebih baik yang dipakai pesta kita kasih ke fakir miskin,” tuturnya.

Bupati menambahkan, hendaknya bulan Syawal dijadikan sebagai momen untuk meningkatkan kualitas keimanan. “Harus menjemput syawal dengan peningkatan kualitas. Kenaikan kelakuan yang baik dan meninggalkan yang tidak baik,” sebut Bupati.  (***bob/TUP, HUMAS & PROTOKOL)