Bupati Bulukumba Buka Sosialisasi Program KOTAKU

oleh
SOSIALISASI KOTAKU

SUARALIDIK.com,BULUKUMBA – Bupati Bulukumba, AM.Sukri Sappewali , secara resmi membuka sosialisasi dan workshop strategi Program Kota tanpa Kumuh ( KOTAKU) bertempat di Cekkeng Nursery, Rabu ( 28/9). Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Ketua DPRD Bulukumba Hamzah Pangki, Ketua Tim Leader propinsi Sulsel Rahmadi, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Buukumba HA.Kurniady, Para Lurah sekecamatan Ujung Bulu, beberapa anggota DPRD, dan pimpinan BKM se Kecamatan Ujung Bulu.

Acara Sosialisasi KOTAKU ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pemukiman dan pencegahan kawasan kumuh. Dimana nantinya KOTAKU akan membentuk tim yang berjumlah 5 orang yang terdiri dari Tenaga Ekonomi 1 orang, Teknik 2 orang, Sosial 1 orang ,Senior Fasilitator 1 orang, yang nantinya akan melakukan pendataan daerah kumuh yang berdasarkan kepada 7 indikator yakni aspek hunian, air minum, limbah,sampah,drainase, pemadam kebakaran, jalan lingkungan.

Pada sambutannya Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali mengatakan untuk tercapai pengentasan kumuh perkotaan menjadi 0 Ha yang harus dilakukan pertama adalah konsolidasi lahan, karena ada beberapa kelurahan di wilayah kota Bulukumba perumahannya sangat padat, sehingga tidak ada akses jalan untuk dilewati kendaraan.

Kalau masyarakat kita bisa merelakan lahan sebagiannya untuk bisa membuka akses jalan, tentu akan di ikuti dengan pembangunan sarana prasarana,” katanya.

Sosialisasi dan Wrkshop Program Kotaku di Bulukumba, Rabu (28/9)-SUARALIDIK.com
Sosialisasi dan Wrkshop Program Kotaku di Bulukumba, Rabu (28/9)-SUARALIDIK.com

Sukri Sappewali menambahkan manfaat program kotaku, agar meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan perkotaan pada kawasan kumuh, drainase, air bersih, dan tata ruang. Bupati juga mengatakan siap mempersiapkan lahan untuk membagun rumah susun bagi masyarakat yang ada ditepian sungai dan areal pesisir agar tidak tinggal diarea tersebut dan berharap agar terjadi kolabrasi antara seluruh stekholder yang ada yakni lsm dan tokoh masyarakat untuk bergerak bersama dan saling mendukung program tersebut.

Ditempat yang sama, Rahmadi selaku Ketua Tim Leader Propinsi Sulsel mengatakan sesuai dengan RPJMN 2015 -2019 Direktorat Jenderal Cipta Karya berkomitmen untuk mewujudkan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan, khusunya di perkotaan yang dilaksanakan dengan pencegahan dan peningkatan kualitas pemukiman kumuh. Salah satu perwujudan dari komitmen tersebut adalah program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Lanjut dia, program tersebut sebagai upaya untuk membangun platform kolaborasi dalam upaya pencegahan dan peningkatan kualitas pemukiman kumuh. Diharapkan dengan terbangun kolaborasi maka akan terjadi keterpaduan antar sektor untuk bersama-bersama bergeraknya mencapai sasaran pembangunan kawasan pemukiman khususnya terwujud kota tanpa kumuh pada tahun 2019.

Program KOTAKU menempatkan pemerintah daerah sebagai Nakhoda, Masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan dan pemerintah pusat sebagai pendamping pemerintah daerah,” tandasnya.

Rahmadi mengatakan, sasaran program ini adalah tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 Ha melalui pencegahan dan peningkatan kulitas permukiman kumuh seluas 38.431 Ha. Sehingga tujuan program kotaku untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan agar mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni,produktif dan berkelanjutan

REPORTER ; darwis/andi awal

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com