Bupati Bulukumba Jadi Cover Majalah Mabes TNI Sebagai Sosok Inspirasi

oleh
Pertukaran cinderamata. Bupati memberikan miniatur Pinisi sedangkan Mahfud menyerahkan buka tentang kisah prajurit TNI selama menempuh pendidikan militer. Buku tersebut kata Mahfud dapat menjadi referensi para siswa yang ingin menjadi prajurit TNI.

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Markas Besar (Mabes) TNI Angkatan Darat melalui Dinas Penerangannya mendatangi Bupati Bulukumba A.M. Sukri A. Sappewali. Kasubdis Pensat Dispenad Kolonel Mahfud yang mewakili Mabes TNI AD bertemu Bupati untuk melakukan wawancara untuk dimuat di Majalah Palagan milik TNI AD untuk edisi HUT TNI ke 72 bulan Oktober 2017 mendatang, di ruang kerja Bupati Bulukumba. Rabu (16/8/17).

Pertukaran cinderamata. Bupati AM Sukri, memberikan miniatur Pinisi di ruang kerja Bupati, Rabu (16/8/17).

Mahfud mengemukakan sengaja mengangkat profil Bupati Bulukumba di majalahnya karena Bupati Bulukumba adalah mantan militer angkatan darat. Pihak TNI AD melihat ada suatu prestasi tersendiri karena secara tersirat dan tersurat ada harapan masyarakat Bulukumba terhadap bapak Bupati Bulukumba yang notabene adalah mantan militer, dimana ia berhasil terpilih kembali pada Pilkada tahun 2015.

“Kami ingin mengangkat Bulukumba secara umum dan Bupati Bulukumba secara khusus, sehingga hasil wawancara ini menjadi edukasi yang menginspirasi bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud berharap jiwa keprajuritan dari AM Sukri Sappewali dapat menjadi inspirasi bagi prajurit TNI lainnya, baik saat masih aktif di TNI maupun ketika pensiun.

Mendapat kunjungan dari almamaternya Mabes TNI AD, AM Sukri Sappewali mengaku terharu dan bangga. Ia mengungkapkan bahwa dalam dirinya masih tertanam jiwa keprajuritan. Capaian yang didapatkan saat ini adalah hasil dari gemblengan selama menjalani pendidikan dan karir di TNI Angkatan Darat.

“Nilai-nilai keprajuritan seperti kedisiplinan dan kejujuran senantiasa yang saya sampaikan kepada para aparat pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan,” kata AM Sukri Sappewali.

AM Sukri Sappewali juga menepis asumsi jika tentara itu tidak sekeras yang dibayangkan oleh masyarakat, sehingga untuk membuktikan hal tersebut dirinya berusaha dekat dengan semua lapisan masyarakat dengan cara intens berkunjung ke masyarakat.

Materi pertanyaan dari wawancara berlangsung sekitar 1 jam lebih itu, diantaranya latar belakang AM Sukri Sappewali mencalonkan diri kembali pada pilkada 2015 setelah kalah sebelumnya. Ia menyebut dirinya kembali maju sebagai calon bupati karena dorongan dari masyarakat untuk memimpin daerah ini, sehingga terbukti ia dapat memenangkan pilkada tersebut, artinya masyarakat Bulukumba masih mengharapkan ia menjadi bupati Bulukumba. Pertanyaan lainnya menyangkut obsesinya terhadap kemajuan Bulukumba, serta hubungan atau sinergitas dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta elemen lainnya termasuk pihak yang tidak mendukung saat pilkada yang lalu. (A3/ RED)