Bupati Pinrang : Berang Dan Menindak Tegas Pelaku Pencabulan Dibawah Umur Oleh Oknum Guru SD

oleh
Bupati pinrang

Lidik Pinrang – Kasus pencabulan yang diduga pelakunya adalah seorang guru inisial LK (24) tenaga honor di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dusun majjakka,Desa Watangpulu Kec.Suppa Kab.Pinrang terhadap siswinya bernama DM (11) menarik banyak perhatian kalangan masyarakat.

berita pencabulan di pinrang
Foto : Dinas Pendidikan Dan kebudayaan, Dinas Kesehatan,Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) berkunjung ke rumah korban Hari Rabu 18/01/2017

Berita pencabulan yang sontak menjadi viral di medsos mengundang banyak reaksi kalangan,termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM LIDIK PINRANG),Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kab Pinrang,Dinas Kesehatan,Dinas Perlindungan Anak hingga ke orang nomor satu di kabupaten pinrang (Andi Aslam Patonangi).

Mengetahui hal ini melalui media yang diteruskan ke WA,Bupati Pinrang Aslam Patonangi sangat kaget dan berang atas perbuatan cabul yang sudah dilakukan oleh seorang oknum guru terhadap siswinya.

Merespon kejadian yang masuk kategori Asusila dan sangat memalukan ini,Bupati Pinrang memberikan instruksi langsung kepada Steakholder yang berwewenang perihal Kasus Pelecehan Seksual yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri di Majjakka Suppa Kab.Pinrang itu.

Aslam Patonangi dikenal dengan jiwa sosialnya yang tinggi dengan tegas memerintahkan kepada dinas terkait agar segera melihat kondisi korban dan memastikan penegakan hukum terhadap pelaku LK serta menjamin kelangsungan pendidikan terhadap Korban.

Hari Rabu 18/01/2017 pagi sekitar pukul 08:30 WITA,Dinas Pendidikan Dan kebudayaan, Dinas Kesehatan,Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) berserta rombongan lainnya berkunjung ke rumah korban guna memberikan santunan dan support moral terhadap korban.

Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan A.Rudi Hamid dalam kunjungannya ke rumah korban menegaskan bahwa akan mengeluarkan pelaku LM (24) dari SD tersebut dan berharap agar proses hukumnya ditegakkan sehinnga yang bersangkutan mendapat efekjera dan menjadi contoh konkrit bagi tenaga pendidik lainnya yang ada di kabupaten pinrang.

Kami akan mengeluarkan LK sebagai tenaga pengajar dari sekolah itu dan saya berharap agar dilakukan proses hukum sebagai efekjera dan menjadi contoh buat tenaga pengajar lainnya di kab.pinrang ini” Tegas Rudi dirumah korban DM, Rabu 18/01/2017.

Ditempat yang berbeda di ruang kerja Kadis Pendidikan,A. Rudi Hamid bersama Kabid Pendidikan Dasar mengharapkan Kepada Lembaga yang mendampingi bisa membantu keluarga korban sehingga keadilan hukum bisa ditegakkan.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pinrang berjanji dan menjamin pihak sekolah akan terus mendampingi korban DM (11) dalam proses belajar dan senantiasa proaktif membimbing dirumahnya sampai lulus sekolah.( RSDYT/BCHT)

BACA JUGA