Bupati Takalar Ditahan Kejati Sulsel Karena Kasus Ini, Diduga Rugikan Negara Rp17 Miliar

oleh
Bupati Takalar, Burhanuddin Baharudin ditahan Kejati Sulsel. Senin (6/11/17).

MAKASSAR – Kejaksaan Tunggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) resmi menahan Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin, Senin 6 November 2017. Penahanan Bupati Takalar diakhir masa periode jabatanya tersebut usai ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Penjualan Lahan Pemukiman Transmigrasi di Desa Laikang, Kecamatan Mengarabombang, Kabupaten Takalar Tahun Anggaran 2015.

Bupati Takalar, Burhanuddin Baharudin ditahan Kejati Sulsel. Senin (6/11/17).

Dari keterangan pers yang diterima Suaralidik.com, penahanan tersebut berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Nomor : PRINT- 645/R.4.5/Fd.1/11/2017 tanggal 6 November 2017, dengan masa tahanan selama 20 (dua puluh) hari, terhitung sejak Senin (6/11/17) sampai dengan (25/11/17). Burhanuddin dititip di Lapas Kelas I A Makassar.

Penahanan juga ditunjang berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka. Penyidik berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHAP.

Adapun pemeriksaan terhadap tersangka Bupati Takalar dilakukan setelah sebelumnya yang bersangkutan tidak memenuhi 3 (tiga) kali panggilan yang disampaikan oleh Penyidik.

Burhanuddin Baharuddin (Bupati Takalar) ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan no. PRINT-425/R.4/Fd.1/07/2017 tanggal 20 Juli 2017.

Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar lebih dari Rp. 17 Milyar tersebut, tersangka diduga telah mengeluarkan izin prinsip untuk zona industri di lokasi yang sebenarnya merupakan pencadangan transmigrasi.

Selain itu, Penyidik Kejati Sulsel sebelumnya juga telah menahan 2 (dua) orang terdakwa atas nama M.Noor Utary (Camat Manggarabombang) dan Risno Siswanto (Sekdes Laikang), yang saat ini perkaranya telah disidangkan di pengadilan.