Bupati Yasti Buka Karnaval Pembangunan Lintas Etnis, Budaya dan Agama

oleh
yasti
Bupati Bolaang Mongondow Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow saat menghadiri sekaligus membuka dengan resmi acara Karnaval Pembangunan Lintas Etnis, Budaya dan Agama di Desa Mopuya I Kecamatan Dumoga Utara, Sabtu (18/8/2018)

BOLMONG, suaralidik.com – Bupati Bolaang Mongondow Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, Sabtu (18/8/2018) menghadiri sekaligus membuka dengan resmi acara Karnaval Pembangunan Lintas Etnis, Budaya dan Agama di Desa Mopuya I Kecamatan Dumoga Utara. Karnaval Pembangunan yang dipusatkan di lapangan olahraga ini sudah menjadi tradisi masyarakat Kecamatan Dumoga Utara sejak puluhan tahun, dalam rangka memperingati dan memeriahkan HUT ke-73 Kemerdekaan RI.

Pelaksanaan Karnaval Pembangunan Lintas Etnis, Budaya dan Agama untuk tahun ini mendapatkan suport penuh dari Pemkab Bolmong. Ada 16 desa di kecamatan Dumoga Utara yang berpartisipasi penuh pada acara ini, dengan melibatkan ribuan peserta yang terdiri dari Siswa-Siswi SD, SMP, SMA dan penggiat budaya serta komunitas adat Jawa dan Bali. Dengan menampilkan berbagai hasil karya kerajinan tangan dari masyarakat.

Karnaval Pembangunan Lintas Etnis, Budaya dan Agama
Karnaval Pembangunan Lintas Etnis, Budaya dan Agama

Dalam sambutannya Bupati Yasti menyampaikan, bahwa kabupaten Bolmong lebih khusus kecamatan Dumoga Utara, adalah barometer kerukunan bukan hanya disulawesi utara, tetapi barometer kerukunan di indonesia, karena Dumoga Utara adalah Indonesia Mini di Kab Bolmong, yang di dalamnya terdapat berbagai etnis suku bangsa, agama dan budaya yang telah lama hidup rukun dan damai di daerah ini.

Menurutnya hal ini adalah bukti bahwa perbedaan yang ada di dumoga utara merupakan suatu rahmat dan karunia yang tak ternilai harganya, sekaligus sebagai bukti dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu.

Karnaval Pembangunan Lintas Etnis, Budaya dan Agama
Pembukaan Karnaval Pembangunan Lintas Etnis, Budaya dan Agama

“Mari kita tunjukan kepada daerah lain bahwa kita disini adalah barometer kerukunan di indonesia, karena torang samua basudara yang sangat menjunjung tinggi moto leluhur kita, yaitu Mototompian, Mototabian Bo Mototanoban (Saling Baku-baku bae, Baku-baku sayang, dan Saling Baku-baku inga),” ujar Srikandi Bolmong ini.

Karnaval pembangunan ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Bolmong Kamran Muchtar, Anggota DPRD I Ketut Sukadi, perwakilan Pemprov Sulut, jajaran Forkompimda Bolmong, pimpinan SKPD, serta salah satu warga negara asing asal Belanda. (***Is)