Buta Hukum, Nadirah dan Ansar di Tipu Mentah-Mentah oleh Hajjah Caddi di Kindang

oleh
Nadira Binti hasan bersama saudaranya Ansar Bin Hasan memperlihatkan dokumen-dokumen terkait bukti pembelian dan Laopran Polisi kasus penggelapan tanah miliknya - ANDI AWAL/SUARALIDIK

BULUKUMBA,SUARALIDIK.com– Sungguh malang nasib Nadirah Binti Hasan (45) dan Ansar Bin Hasan (34),dua orang kakak beradik warga Kantisang Dusun Borong Desa Balibo Kecamatan Kindang Kabupaten Bulukumba ini. Ibarat Pepatah ” Sudah jatuh Tetimpa Tangga”. Kog Bisa ???

Berdasarkan penuturan Nadirah bersama adiknya Ansar kepada Redaksi SuaraLidik.com, Jum’at ( 9/9/2016) pagi di Bulukumba, yang pada Bulan Januari 2011 silam telah membeli sebidang tanah milik dua bersaudara Sulkarnain dan Sapri Bin Rahman, di dusun Kantisang Desa Balibo seharga Rp 110 Juta dengan pembayaran sebanyak 3 kali, dengan di saksikan dan disetujui olejh Kepala Desa Balibo pada waktu itu Abdul Kaab yang kini menjadi anggota DPRD Bulukumba. Dan Tanah tersebut pun telah lunas dimana sewajarnya telah menjadi milik Nadira bersama adiknya Ansar, namun tiba-tiba tanah yang telah dibelinya tersebut di kuasai oleh Ambo Enre (40). Tak hanya menguasai tanah tersebut pada bulan yang sama yakni Januari 2011, bahkan Ambo Enre menebang semua pohon cengkeh yang sedang berbuah di lahan tersebut dan kini bahkan membangun rumah diatas tanah miliknya tersebut.

Nadira Binti hasan bersama saudaranya Ansar Bin Hasan memperlihatkan dokumen-dokumen terkait bukti pembelian dan Laopran Polisi kasus  penggelapan tanah miliknya - ANDI AWAL/SUARALIDIK
Nadira Binti Hasan bersama saudaranya Ansar Bin Hasan memperlihatkan dokumen-dokumen terkait bukti pembelian dan Laopran Polisi kasus penggelapan tanah miliknya – ANDI AWAL/SUARALIDIK

Menurut pengakuan Ambo Enre seperti di ungkapkan Nadirah, dirinya mebeli dari pemilik tanah sebelumnya , Hajja Caddi Binti Lahajji seharga Rp 35 Juta. Nadira bersama saudaranya Ansar pun melaporkan Hj.Caddi Binti Lahajji kepada pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Bulukumba dengan Laporan Penggelapan Tak Bergerak. Namun yang menjadi kejanggalan, kasus Nadirah tersebut selama 5 tahun terbengakalai dan baru pada Bulan Maret 2016 dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bulukumba.

Iye tanah tersebut, saya beli dari lelaki Sulkarnain alias Sul bersama saudaranya Sapri dengan diketahui oleh pak Kaab, Tanah tersebut dulunya adalah milik Hj.Caddi yang dibeli oleh orang tua Sapri ,Rahman ( Almarhum) setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Sapri pun menjual tanah tersebut seluas 10 ha kepada saya seharga Rp 110 Juta dengan pembayaran sebanyak 3 kali, kenapa Hj. Caddi menjual tanah tersebut kepada Ambo Enre padahal Hj,Caddi tahu kalautanah itu sudah saya beli dari Sapri dan Sul ” tutur Nadirah.

Selama Ambo Enre menguasai dan membuat rumah permanen di tanah milik Nadirah tersebut, pembayaran PBB /SPPT selama ini yang membayar adalah Nadirah dan kasus yang menimpa Nadirah ini di duga di mainkan oleh Ambo Enre bersama Hj.Caddi dan melibatkan seorang oknum Kepolisian Polres Bulukumba berpangkat Bintara Polisi, Bripka Sym

Iye, terus terang saja pak, oknum Polisi pak Sym, tersebut sering datang meminta sejumlah dana dengan alasan permintaan dari Jaksa agar kasusnya cepat selesai dan saya bisa menang berdiri, paling banyak sayapernah di mintai Rp 5 juta dan setelah itu setiap datang, minta lagi dana untuk ongkos dan pembeli pulsa katanya ” ucap Nadirah.

Laporan Polisi Kasus yang dilaporkan Nadirah bersama saudaranya Ansar tersebut bernomor LP /588/XII/2014/Sulsel/SPKT Res Blk/ KSPK Tanggal 08 Desember 2014 dan sesuai penyerahan berkas perkara atas nama Tersangka Hj.Caddi Binti Lahajji yang diterima oleh Kejari Bulukumba ber No.Pol : BP/32/IV/2015/ Reskrim tanggal 02 November 2015.

Kini Nadirah bersama Ansar, mengharapkan keadilan dan titik terang atas tanah miliknya yang telah dijual kembali oleh Hj. Caddi kepada Ambo Enre

Ditanya upaya hukum termasuk dengan menuntut penjual karena sudah berbohong, Nadirah mengaku pasrah.

“Saya tidak mengerti  hukum pak, mau kemana lagi, , kalau memang ada belas kasihan semoga pak dewan ( Abdul Kaab) bersama kita  bisa membantu kami,” harap Nadirah kepada Redaksi SuaraLidik.com

Redaksi SuaraLidik ; andi awal

 

 

Abdul Nazaruddin

Rujadi

Mohamad Hidayat Panigoro

Andi Edy Manaf

H.Askar

Harris Pratama