Cabuli Anak Dibawah Umur, Dua Pria Paruh Baya ini Diringkus Polres Luwu

oleh

SUARALIDIK.COM, Luwu – Polres Luwu berhasil mengungkap tindak pidana perbuatan cabul yang diduga dilakukan oleh ISL (47 tahun), pada sekitar tahun 2015 silam, di Dusun Tameng Desa Tiromanda Kec. Bua Kab. Luwu atas diri korban seorang perempuan (NR) saat kejadian NR menginjak usia 8 tahun. Kamis (18/07/2917)

Polres Luwu berhasil mengungkap dua pelaku tindak pidana perbuatan cabul Anak di Bawah Umur

Atas terjadinya perbuatan cabul yang menimpanya, NR yang didampingi orang tuanya melaporkan ISL ke Polsek Bua Polres Luwu (20/06) lalu dan ISL pun diamankan di Polres Luwu,

Sejak saat itulah Polsek Bua bersama Sat Rekrim Polres Luwu melakukan penyelidikan dan setelah memperoleh bukti permulaan yang cukup, maka tindak pidanan perbuatan cabul yang dilakukan oleh ISL terhadap NR, ditingkatkan ke penyidikan, penanganan tindak pidana tersebut telah selesai, berkas perkaranya telah dilimpahkan ke JPU (Kejari Luwu) dan telah dinyatakan P-21 (Berkasperkara telah lengkap), sisa menunggu waktu untuk penyerahan tersangka ISL berikut barang buktinya.

Namun diluar dugaan, pada tanggal 17 Juli 2017, NR melaporkan lagi kejadian yang sama (perbuatan cabul) atas dirinya, yang dilakukan oleh MYD (30 tahun), terjadi pada sekitar tahun 2015.

Berdasarkan laporan korban MYD pun diamankan ke Polres Luwu untuk menjalani pemerikssaan atas dugaan perbuatan cabul yang dilakukannya terhadap NR.

Kapolres Luwu AKBP. Ahmad Yanuari Insan.S.Ik.M.Si memaparkan kronologis terjadinya perbuatan cabul yang menimpa anak perempuan dibawah umur (NR), yang dilakukan oleh ISL dan MYD, dua orang diduga pelaku tersebut penanganan perkaranya secara terpisah

Penyidikan perkara dengan tersangka ISL yang dilaporkan lebih dahulu penyidikannya telah selesai, berkas perkaranya telah dilimpahkan ke JPU (Kejari Luwu) dan telah dinyatakan P-21, sedangkan untuk tersangka MYD masih dalam tahap penyidikan Unit PPA Sat Reskrim Polres Luwu,

Terhadap kedua tersangka dikenakan pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nom 35 tahun 2014, perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jonto UU Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak”

Selain Itu, Kapolres Luwu menghimbau kepada para orang tua, untuk mengawasi dan melindungi anak-anaknya dari perbuatan orang-orang yang dapat mencelakaan dan merusak masa depannya, pungkas Kapolres Luwu. [RLS|ADS|Red3]