Cabuli Murid Di Dalam Kelas, Guru Cabul Di Jawa Barat Di Tangkap Basah Orang Tua Murid

oleh
Ilustrasi

SUARALIDIK.com,KUNINGAN-  Tak henti-hentinya kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur di Negeri ini terjadi, kali ini ,seorang pelaku yang merupakan oknum guru cabul yang bertugas di sebuah sekolah Madrasah di Desa Kertawinangun Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Nahas bagi guru cabul pensiunan PNS yang berinisial MS (64), saat melakukan aksinya ,Selasa (9/8/ 2016) orang tua salah seorang murid memergoki aksi bejat MS tersebut didalam kelas.

Saat itu, pelaku mendekati dan duduk di samping korban NZ (9). Sambil duduk, pelaku merangkul korban, tanganya meraba payudara dan tangan lainnya meraba-raba kemaluan korban. Tak hanya itu, guru cabul ini juga mencolek kemaluan korban beberapa kali.

Tak terima dengan pelecehan yang dialami anaknya, orang tua korban langsung melapor ke aparat desa dan aparat Polsek Mandirancan.

Tak lama kemudian guru cabul tersebut langsung dijemput jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort (Polres) setempat, setelah diamankan terlebih dahulu oleh warga dan aparat desa setempat.

“Tersangka sehari-hari bertugas sebagai tenaga pengajar (guru) di sebuah yayasan di Mandirancan. Pada saat kami melakukan penangkapan, tersangka tertangkap basah oleh orangtua korban sedang melakukan pencabulan, sehingga atas dasar tersebut pelaku langsung diamankan Polsek Mandirancan. Kemudian ditindaklanjuti oleh tim dari unit PPA,” ujar Kapolres Kuningan Ajun Komisaris Besar Polisi M.Syahdudi seperti dikutip dari Kabar Cirebon.

Lebih lanjut Syahduddi menyampaikan saat ini tersangka sudah diamankan dan mendekam di hotel prodeo markas Polres Kuningan. Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan ini bersifat leks spesialis Pasal 76 junto Pasal 82 UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun penjara, paling lama 15 tahun dengan denda maksimal Rp 5 miliar.

( aatj/suaralidik)