banner 728x250

Cakades Bontokassi Soroti Tahapan Seleksi Pendaftaran

  • Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi Pilkades

TAKALAR, SUARALIDIK.com – Proses dan seleksi pemilihan Kepala Desa Bontokassi kecamatan Galesong Selatan kabupaten Takalar menuai sorotan dari masyarakat maupun dari Bakal Calon (Bacalon).

Sebanyak delapan orang kontestan mendaftarkan diri sebagai bacalon dan mengikuti sejumlah tahapan seleksi pendaftaran Calon Kepala Desa (Cakades).

banner 728x250

Hingga batas akhir pendaftaran, tercatat hanya empat orang bacalon yang memenuhi syarat dan berhak bertarung dalam pemilihan cakades yaitu: Aksin Suarso, Daeng Ngago, Sanusi Daeng Jarung dan Rahman.

Belakangan diketahui bahwa setelah ditutupnya masa pendaftaran dan seleksi bakal calon, menyusul ada empat orang yang juga ikut mendaftarkan diri menjadi bacalon, padahal waktu pendaftaran telah ditutup.

PPKD
Sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa Bontokassi kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar

Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan kepada kontributor suaralidik Takalar, bahwa keempat calon ini tidak bisa diloloskan karena tidak bersyarat.

Keempat pendaftar tersebut melakukan pendaftaran pdahal waktu pendaftaran telah berakhir. Keempat pendaftar yang  dimaksud adalah: Ernawati, Tamsir Gading, Dahlan Naba dan Ince Hadi Rahman.

“Keempat orang yang baru mendaftar ini kenapa diloloskan, padahal mereka memasukkan berkas pendaftaran disaat waktu pendaftaran telah ditutup?” ungkap salah seorang warga kepada suaralidik.

“Parahnya lagi, ada peserta yang tidak mengikuti tes kesehatan tapi mendapatkan surat keterangan hasil pemeriksaan tes kesehatan dari dokter RSUD dan surat keterangan bebas narkoba dan diloloskan berkasnya” tambahnya.

“Kami mempertanyakan kenapa keempat calon ini diloloskan. Padahal mereka cacat administrasi dan tidak mengikuti tahapan seleksi sebagaimana mestinya. Kalau mereka tetap diloloskan dalam penetapan nantinya, warga akan ribut” ancamnya.

Menurut sumber, bahwa proses Pilkades Bontokassi kali ini ditengarai sarat dengan kepentingan.

Pasalnya dari keempat orang pendaftar ini ada menyebutkan nama orang nomor satu di Takalar.

“Saya  mendaftar ini karena perintah, Bupati yang menyuruh” beber sumber mengutip pernyataan salah seorang pendaftar.

Pihaknya meminta kepada P2KD Desa Bontokassi dan P2KD Kabupaten Takalar, agar selektif memilih Bakal Calon dan cermat melihat situasi dan kondisi sebelum metetapkan calon kepala desa.

Hal ini demi terciptanya demokrasi Pilkades serentak di Takalar yang berkualitas dan bermartabat.

“Jangan hanya karena kepentingan sesaat mau memaksakan bakal calon untuk diloloskan, Ini demi nasib desa enam tahun Kedepan” tutupnya.

Untuk diketahui bahwa dari 51 desa yang ada di kabupaten Takalar akan melaksanakan Pilkades serentak 17 November 2021 mendatang.

Sebanyak 13 desa telah melaksakan tahapan seleksi test tertulis yang berlangsung selama dua hari (12-13/10/2021) yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Kabupaten Takalar bekerjasama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kabupaten Gowa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *