Calo Seleksi Masuk Kedokteran Unhas Makassar Meminta Bayaran 400 Juta Rupiah

oleh
ilustrasi

Lidik Kampus – Kabar tidak sedap berhembus dari kampus Universitas Hasanuddin Makassar Fakultas kedokteran ketika muncul kasus praktek penipuan yang dlakukan oleh salah satu staf bagian kearsipan Rektorat Unhas ditangkap.

Rahmatia ( 37 ) bersama rekannya Nurjanna (53) telah melakukan praktek penipuan terhadap korban bernama Aqilah Zalzabila dengan modus memberikan janji bisa masuk di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).

Pelaku menjadi calo seleksi masuk kedokteran UNHAS dengan meminta bayaran sebesar 400 juta rupiah kepada orang tua korban agar bisa lulus dalam seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Fakultas Kedokteran UNHAS pada Juli lalu.

Pelaku dilaporkan ke polisi setelah korban tak kunjung mendapat kabar kelulusan dari jurusan favoritnya. Dari data kepolisian, korban penipuan jaringan Rahmatia ini berjumlah 14 orang dengan total kerugian sekitar Rp 1,7 miliar.

Menanggapi masalah ini Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengaku telah mengambil sikap tegas dengan mengusulkan pemecatan Rahmatia dari statusnya sebagai PNS Unhas. Selain itu pula, Dwia mendukung langkah pihak kepolisian untuk mengusut tuntas praktik penipuan yang mengatasnamakan kampusnya.

Guru Besar Unhas ini juga mengimbau pada para orang tua yang nanti akan mengkuliahkan anaknya di Unhas tidak mempercayai iming-iming dapat lulus lewat jasa calo. Serta jalur-jalur masuk selain jalur resmi yang diumumkan secara terbuka.

“Proses seleksi mahasiswa di Unhas berlangsung secara transparan, baik itu biaya, kuota dan prosesnya, serta diumumkan secara terbuka lewat media massa dan website Unhas, proses seleksi berlangsung dengan indikator terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Dwia saat memberi keterangan pers di kantor Rektorat Unhas, Rabu (7/12/2016).