Camat Bontobahari Mediasi Tragedi Penyanderaan Nelayan Tanahberu

oleh -
Photo : Suasana pertemuan nelayan di aula Kantor Camat Bontobahari

BULUKUMBA, Suaralidik.Com – Camat Bontobahari Dedi Rahmadi, S.STP, M.Si melakukan gerak cepat. Menggandeng partnernya Tripika Kecamatan, Koramil dan Polsek Bontobahari melakukan pertemuan yang sifatnya persuasif.

Pertemuan Kamis (19/12/2018) digagas Camat Bontobahari setelah terjadi tragedi penyanderaan nelayan Bontobahari oleh oknum nelayan Kasuso.

Hadir di acara itu, puluhan nelayan Bontobahari, Tripika Bontobahari, Polairud Bira dan Dinas Kelautan Perikanan Bulukumba.

Suasana pertemuan berlangsung efektif penuh kekeluargaan. Pun begitu beberapa nelayan menyuarakan agar oknum penyandera diproses secara hukum.

Tokoh masyarakat H Yunus mengimbau semua nelayan melaut dengan baik. Saling hormat menghormati, saling menghargai.

Pertemuan di aula kantor Camat selesai dengan damai. Nelayan sepakat turun melaut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Informasi yang dirangkum, Selasa, (18/12/2018) sekitar pukul 11.00 Wita Kapal nelayan Sama-Sama Indah melaut dari Bira.

Dinakhodai Kapten kapal Arma dengan Anak Buah Kapal 10 orang iti bergerak ke wilayah laut kecamatan Bontotiro. Tepatnya di perairan Samboang, Bontotiro, ABK Sama-sama Indah memasang jaring.

Saat itulah sekitar 7 kapal nelayan yang diduga kuat oknum nelayan kasuso mengelilingi Sama-Sama Indah.

“Mereka memaksa kami mengangkat ikan lalu dipaksa menuju pelabuhan Kasuso. Karena dipaksa dan diancam dengan senjata api. Maka kami terpaksa ikut,”beber Arma.

Nelayan Kasuso akhirnya melarikan diri ketika petugas Polisi Perairan dan udara Bira tiba.”Petugas Polair memberikan penjelasan kepada mereka. Kalau kami malah mengimbau agar mencari ikan dengan baik-baik saja,”tambah Kapten Kapal.(***iqb)