Cara Pembunuh Habisi Korbannya Terungkap Setelah Di Investigasi Petugas Di Takalar

oleh

Suaralidik.com, – Investigasi dari hasil kasus pembunuhan disertai perampokan PNS Salah satu Kepala Puskesmas Bontomarannu Pemerintah Kabupaten Takalar, Amir di Perumahan Graha Surandar, Paccinongan, Gowa dua hari lalu. Korban Amir ternyata tewas dibunuh setelah kepalanya dipukul palu oleh tersangka Rahman Dg. Naja (27), akibat korban tak memenuhi janjinya membayar uang senilai Rp5 juta usai melakukan sodomi terhadap tersangka.

 

Terungkapnya kasus ini, saat polisi melakukan interogasi terhadap tersangka pasca penangkapannya di daerah maros. Sebagaimana diketahui, Tim Gabungan aparat kepolisian berhasil meringkus 2 (dua) orang pelaku pembunuhan disertai perampokan dengan korban PNS di Perumahan Graha Surandar, Paccinongan, Kabupaten Gowa.

 

Kedua pelaku diringkus tim gabungan dari Timsus Polda Sulsel, Resmob Polda Sulsel dan Resmob Satuan Reskrim Polres Gowa, Rabu (29/3/2017), sekira pukul 06.30 Wita di Kampung Palatae, Kecamatan Maros Kota, Kabupaten Maros.

 

Rahman Dg Naja (27), warga Biringbalang Kelurahan Bajeng Kecamatan Patallassang, Kabupaten Takalar yang merupakan otak pelaku pembunuhan serta perampokan bersama rekannya bernama Zul.

 

Sebelumnya, Selasa pagi (28/3/2017), korban bernama Amir ditemukan istrinya tewas dengan berlumuran darah dalam kamarnya di Kompleks Graha Surandar Blok E2 Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

 

Diduga, Amir tewas dibunuh menggunakan benda tumpul berdasarkan ditemukannya palu yang patah di TKP.

 

Pelaku membawa kabur ponsel dan mobil Avanza warna hitam milik korban. Sebelum tewas dibunuh, Amir Ahmad meninggalkan istrinya, Wahana, yang sedang hamil dua bulan.

 

Saat diinterogasi oleh tim gabungan, otak pelaku bernama Rahman Dg Naja melakukan perlawanan terhadap anggota serta berusaha melarikan diri. Sehingga dia dilumpuhkan dan terkena luka tembak pada kaki kanan sebanyak satu kali. Selanjutnya pelaku dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan medis.(ibh)