banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

Cegah Perundungan, Siswa SMPN 27 Makassar Dilatih Anti Bullying.

Kepala UPT SPF SMPN 27 Makassar, H. Nurdin, S.Pd, SH, M.Pd, Saat Menghadiri Pelatihan Anti Bullying, Selasa 15 November 2022.

Makassar, SuaraLidik.com – Perundungan atau Bullying di kalangan siswa marak terjadi dan seringkali berakibat fatal bagi korban, mulai dari trauma, kehilangan kepercayaan diri, bahkan dalam kasus tertentu berujung pada tindakan bunuh diri.

Hal ini menjadi keresahan bagi masyarakat khusunya bagi pendidik di sekolah yang sehari-harinya menghadapi berbagai karakter anak dengan latar belakang yang beragam.

Menyikapi kondisi tersebut, UPT SPF SMP Negeri 27 Makassar menyelenggarakan Pelatihan Anti Bullying bagi siswa kelas VII, dengan menghadirkan narasumber Aminuddin Tarawe, MM., Ph.D dari Dinas Pendidikan Kota Makassar, Hj.Faridah dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, serta Ipda Adi Jaya dari Reskrim Polsek Tamalate.

Kegiatan tersebut diikuti sekira 50 peserta dari kalangan siswa, mahasiswa, dan guru.

Kepala SMP Negeri 27 Makassar, H. Nurdin, S.Pd, SH, M.Pd dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka terkait dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

“jadi ini adalah tema bagunlah jiwa raganya dengan kegiatan anti bullying,” jelas H. Nurdin dihadapan para peserta, Selasa (15/11/2022).

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Aminuddin Tarawe yang menjadi pembicara menyambut baik kegiatan ini.

Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan berdasarkan rapor pendidikan dari Kemendikbudristek dalam hal kebangsaan dan kebhinnekaan, Makassar mendapat nilai tinggi. Untuk itu Aminuddin menekankan tiga hal bagi siswa.

“Jadi anak-anakku kamu hindari tiga hal, intoleransi, bullying, dan kekerasan seksual,” tegasnya.

Selain itu, berbagai jenis perundungan dapat terjadi tanpa disadari bahkan dari hal kecil dan sepele sekalipun.

Hal ini dikemukakan oleh Faridah dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak yang mengupas tentang berbagai jenis perundungan, dampak dan penanganannya.

“Kamu biasa colek teman tidak? Nah itu salah satu bentuk bullying paling kecil,” jelas Farida.

Menurut Farida, ada banyak kasus perundungan yang berdampak fatal bagi korbannya. Ia mencontohkan kasus yang pernah ditanganinya.

“Nah dengar ini, ada siswa di Makassar yang sangat pintar, selalu rangking satu di kelasnya, tetapi karena bullying dari teman-temanya ia depresi dan bunuh diri,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan dari siswa tentang cara mencegah dan menangani bullying, Farida menyampaikan untuk tidak segan-segan melapor kepada guru Bimbingan Konseling (BK) bila mendapatkan kasus perundungan.

“Kamu bisa menjadi pelopor dan pelapor, kalo terjadi bulling laporkan kepada guru BK-nya,” katanya.

Untuk mencegah akibat yang lebih buruk, Farida menekankan pentingnya bagi siswa untuk berbicara dan terbuka dengan keluarga.

“Apapun yang kamu alami, bicara dan sampaikan pada ibumu, jangan dipendam,” ujarnya.

Sedangkan di tempat yang sama, terkait aspek hukum dari kasus bullying, Adi Jaya dari Reskrim Polsek Tamalate mengingatkan peserta didik untuk tidak mencoba-coba tindak pidana sekecil apapun.

Menurutnya, tindakan kejahatan selalu berawal dari mencoba dari hal-hal kecil. “Awalnya kecil-kecil, coba-coba, sampai melakukan kejahatan yang besar,” ujarnya.

Terkait kasus bullying, ia mengingatkan konsekuensi hukum bagi pelaku. “Senjata utama bagi kepolisian adalah KUHP, ancaman hukumnya mulai dari lima tahun dan denda 100 juta,” jelasnya.

Ia pun menasehati siswa agar memanfaatkan masa sekolah dengan sebaik-baiknya.

“Yang berlalu sudahlah, itu jadikan pembelajaran, masa depan kamu tetap cerah,” tutupnya.(*)

(Humas SMPN 27 Makassar)