CEO BRORIVAI Center Wafat, Bro Rivai Hadiri Pemakaman di Pangkep

oleh -
Bro Rivai - pangkep
Bro Rivai bersama rombongan saat berada di makam almarhum Chief Executive Office (CEO) BRORIVAI Center di Pangkep, Farwah Hafsir yang dikabarkan meninggal dunia, Selasa (30/04)

MAKASSAR, Suaralidik.com – Chief Executive Office (CEO) BRORIVAI Center, Farwah Hafsir dikabarkan meninggal dunia, Selasa (30/04) sekitar pukul 20.17 WIB di RS Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan.

Kabar duka itu pertama kali diketahui melalui akun official @brorivaicenter, sebuah yayasan sosial kemanusiaan dan lembaga yang mengkaji dan meneliti isu-isu strategis, termasuk dalam bidang pendidikan politik, Hukum dan HAM, kemaritiman serta lingkungan.

Abdul Rivai Ras yang akrab disapa Bro Rivai merasa kehilangan dan berduka atas meninggalnya CEO BRORIVAI Center, pasalnya Farwah Hafsir adalah seorang sahabat yang banyak berkontribusi aktif bagi kemajuan dan pengembangan BRORIVAI Center yang didirikannya.

Sebagai pendiri, tentu kepergian pucuk pimpinan BRORIVAI Center menimbulkan banyak kenangan dan cerita bersama bagi seorang Bro Rivai.

Menurutnya, Farwah Hafsir adalah orang baik, kesehariannya santun dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Beliau orang baik, tidak pernah ada dendam dan selalu memaafkan setiap orang bagi siapa saja yang merasa khilaf kepadanya,” Tutur Bro Rivai saat menghadiri pemakaman di Kecamatan Gajong, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Rabu (01/05).

“Mari kita do’akan dan maafkan beliau, semoga khusnul khotimah dan perjuangan serta niat baiknya selama ini bisa kita lanjutkan bersama-sama,” Ucap Bro Rivai

Kepergian Farwah Hafsir tentu menjadi luka mendalam bagi seluruh pimpinan dan staf BRORIVAI Center, bagaimana tidak selama kepemimpinannya BRORIVAI Center telah memberikan banyak kontribusi bagi kemajuan demokrasi, hukum dan HAM, kemaritiman dan Lingkungan di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan.

Buah pemikirannya kini telah dirasakan banyak khalayak, kepedulian sosialnya yang tinggi menjadi penopang lahirnya gagasan kreatif perihal gerakan-gerakan kemanusian di Sulawesi Selatan.

Sekadar diketahui, Almarhumah menghembuskan nafas terakhirnya setelah sempat dirawat selama 10 hari di RS Siloam, meninggalnya Farwah Hafsir di diagnosa karena mengalami pecah pembulu darah di Otak. (***HDYT)