Coco Fiber Produksi Industri Lapas Pohuwato Gorontalo Jadi Rebutan Para Investor

oleh
Coco Fiber
Photo bersama Owner CV.Maheswari Golden Indonesia Angelita Luna salah satu owner yang siap memasarkan produk Lapas Kelas III Pohwuato ini ke beberapa negara di Eropa

GORONTALO, suaralidik.com – Siapa sangka olahan sabut kelapa yang disulap menjadi Coco Fiber oleh Lapas industri ini berhasil menggaet minat sejumlah negara-negara luar.Tak tanggung-tanggung, buah tangan para warga binaan ini mulai dilirik pasar eropa. Bahkan permintaan coco fiber ini pun mencapai 32 ton perbulan. Hal ini dibuktikan dengan datangnya salah satu owner yang siap memasarkan produk Lapas Kelas III Pohwuato ini ke beberapa negara di Eropa.

Baca juga: Wow, Hasil Industri Lapas Pohuwato, Gorontalo, Tembus 4 Negara

Dari informasi yang dirangkum,Produk coco fiber hasil olahan sabut kepala oleh para warga binaan ini mampu menarik minat pasar eropa, dimana Negara-negara dibagian eropa yang mengedepankan eco green sangat cocok dengan hasil olahan tersebut. Rencananya olahan sabut kelapa tersbeut akan dikirimkan ke Negara Slovenia (Eropa,red) untuk diolah lagi menjadi berbagai macam produk, seperti Spring bed, Jok mobil dan produk-produk lainya.

Saat ditemui Owner CV.Maheswari Golden Indonesia Angelita Luna sebagi perantara mengatakan kedatanganya tersebut untuk memberikan peluang kepadaLapas Pohuwato untuk pasar yang ada di luar, khususnya eropa, mengingat produk coco fiber yang dihasilkan para warga binaan ini sesuai dengan permintaan pasar eropa.

“Untuk saat ini kita masih lakukan penjajakan atau pengembangan terlebih dahulu untuk bisa menyesuaikan standar kualitas yang lebih baik. Tak hanya coco fiber, kedepan produk-produk Lapas industri lainya juga akan kita pasarkan ke eropa,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Lembaga Pemasayarakatan Kelas III Pohuwato mengatakan, demi memenuhi kebutuhan pasar, pihaknyaakan terus berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas prosduk yang dihasilkan, Sehingga benar-benar siap untuk dipasarkan ke negara-negara bagian eropa.

“Kedepan produk ini yang terus kita kembangkan baik dari segi kualitas dan kuantitas. sehingga bisa mememnuhi standar yang diinginkan pasar, apalagi permintaanya saat ini meningkat hingga ke beberapa negara bagian eropa,” ungkapnya.

dikatakanya pula, tujuan Lapas industri ini sebagai pembinaan kemandirian untuk membentuk para wargabinaan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahanya dan memperbaiki diri sehingga kelak dapat diterima kembali oleh masyarakat dan lingkunganya, dengan keterampilan dan keahlian yang didapatkanya selama berada di dalam Lapas.(***Fahrum)