Copot Kepala Puskesmas Kajang Ramai-Ramai Diserukan Warga Bulukumba

oleh

BULUKUMBA, Suaralidik.com – Warga kabupaten Bulukumba geram dengan sikap yang ditunjukkan Kepala Puskesmas Kajang, kabupaten Bulukumba lantaran tak memperbolehkan pasien meninggal untuk dipulangkan ke rumah duka. Akibatknya, pihak keluarga terpaksa membawa pulang jenazah dengan menggunakan tandu dari sarung sejauh 7 Kilometer.

Kepala Puskesmas berdalih, ia hanya menjalankan regulasi atas perintah Bupati, untuk tak memakai mobil Ambulance mengantar jenazah.

Tak dipinjam kan Ambulance, warga tandu jenazah pakai sarung. Kamis (24/8/17). Resource : Facebook

Warga kemudian banyak mengecam tindakan yang dinilai tak berprikemanusiaan itu. Seruan copot kepala puskesmas ramai diserukan. Terlihat dibeberapa warung kopi dan fasilitas umum di Bulukumba kepala puskesmas yang saat ini di jabat Sitti Hayati Andi Majid jadi topik pembicaraan warga.

“Tak berprikemanusiaan saya rasa, berbicara aturan kan itu dibuat untuk menjalankan kewajiban,” ujar Rusli di warkop 45. Sabtu (26/8/17).

“Kapusnya terlalu kaku, copot saja,” ujar Risna di Lapangan Pemuda Bulukumba.

“Sungguh malu saya dengan adanya kejadian ini, itu mobil Ambulance yang notabene mobil dinas sebenarnya untuk apa? Pribadi atau untuk pelayanan masyarakat?,” ujar Asdar warga kelurahan caile.

Bahkan Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Bulukumba ikut mengecam. Kopel mendesak Bupati Bulukumba Copot Kapus yang dinilai tidak berprikemanusiaan, membiarkan jenazah ditandu pulang kerumah sementar Ambulance ada di sekitar PKM.

“Jika ini masih tetap di pertahankan, cita2 bulukumba keren akan menjauh,” Tegas Jafar Direktut Kopel Bulukumba.

Selain Kopel, KNPI Bulukumba juga medesak Bupati agar megevaluasi pejabatnya, “Ganti saja pejabatnya kalau tidak peka persoalan kemanusiaan,” kata Idil Akbar, ketua KNPI Bulukumba.

Selain itu, seruan copot juga berhamburan di Media Sosial Facebook. Dengan tagar atau Hastag #Copotkepalapuskesmaskajang.

 


Abdul Nazaruddin

Rujadi

H.Askar

Harris Pratama