Dampak Pilkada, Sembilan Bulan Honor tak Dibayar, Istri pun Pergi

oleh -397 views

PAREPARE, SUARALIDIK.COM — Pekerja Dinas Kebersihan bersama Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (HIPMI) Parepare, mendemo dan mendatangi kantor Walikota Parepare, jumat (6/12/2019).

Setelah bersabar sekian lama, akhirmya Pahlawan Adipura meluapkan kekesalannya pada Pemerintah Daerah Kota Parepare, dengan demo menuntut hak Honor atau gaji yang seharusnya ia terima setiap bulannya buat menghidupi keluarga, tak mendapatkan kabar pasti. Tak tanggung-tanggung sudah 9 bulan gaji yang seharusnya menjadi haknya, belum ia terima setelah bekerja sejak subuh hari membersihkan serta memperindah Kota Parepare, yang berpredikat sebagai peraih piala Adipura.

Robin Herman, salah satu Pekerja Dinas Kebersihan teriakkan tuntutan agar gajinya dibayar beserta puluhan petugas kebersihan yang bernasib sama dengannya, nyaris tak terdengar di tengah-tengah kepulan asap tebal ban bekas yang dibakar, serta orasi mahasiswa dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (HIPMI) Parepare, yang menggelar unjuk rasa.

“istri dan anak saya pergi, dia tinggalkan saya ke Kalimantan, tidak bisa lagi saya menghidupinya, bagaimana gaji tidak bayar, sudah sembilan bulan kami belum dibayar, mau makan apa, bayar listrik dan air juga susah” kata Robin dengan raut wajah kesal.

Menurut Robin, awalnya pekerja kebersihan ini di anggap malas, dan kemudian dikait-kaitkan dengan PILKADA, sehingga mereka tidak dibayar, yang sudah bekerja selama 6 tahun. Dan untuk hidup terpaksa beralih profesi sebagai tukang ojek dengan pendapatan yang tak pasti, sehingga untuk membayar kontrakan, iuran listrik, air serta kebutuhan lainnya, tak mampu lagi ia penuhi. Apa lagi di tengah adanya persaingan ojek online yang kini lebih diminati mayoritas warga Parepare.
“Kami hanya dijanji-janji mau dibayar, bahkan katanya mau dibayar setengah, tapi sampai sekarang belum juga dibayar, kami mau makan apa, kami sudah 9 bulan kelaparan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pernyataan sikap mahasiswa saat menggelar unjuk rasa menilai, para petugas kebersihan merupakan aktor utama dalam merawat kebersihan Parepare, dan menghantarkan kota ini meraih beberapa penghargaan, diantaranya adalah piala Adipura yang merupakan supremasi tertinggi di bidang kebersihan dan keindahaan di suatu daerah.

“Kami sangat meyayangkan fakta bahwa hal ini belum juga ditindak tegas, karena ini tentang hajat hidup warga Parepare,” demikian penggalan pernyataan sikap HIPMI Parepare, saat menggelar unjuk rasa. (**AD)