Darah Mimpi Puisi Karya A. Fahmi Muslih

oleh

*Darah Mimpi*

Di perbatasan titah hidup dan asa
sekawanan kaki-kaki sayu ruai berjalan,
tersesat dari nisan rumah ibunya
melupakan arah menuju jalan pulang.

Isak di raut-raut muka yang tersenyum
saban waktu mengantar sedu
melamatkan air mata beriring darah,
lalu meninggalkan menalu dalam dada
hingga mataku sesak mengeja wajah
lukisan rubai-rubai kegelisahan.

Pada kedalaman jurang isi kepala
kutemui silsilah mimpi yang mulai mewangi
mengalirkan angan berdarah-darah.

Jika ada kapal penyelamat bermukim
di dermaga
layarkanlah gugusan mimpi-mimpi ke hilir nadi
sematkan kilap di balik kening kerut mereka
agar menjelma moksa menyambut pagi tiba.

Yogyakarta, 2017