Advertizing

banner 728x250

Data Tidak Sesuai dari Dinsos, RT-RW se-Pekanbaru Tolak Penyaluran Bansos ke Warga

Kemal - Tak Berkategori
  • Bagikan

Pekanbaru, Suaralidik.com – Kamis (30/04/2020) pagi, Perwakilan Forum Komunikasi RT-RW se-Pekanbaru bersama Forum Anti Maksiat (FAM) yang terdiri dari Brigade 212, PETA, FPI, AMK dan Masyarakat kota Pekanbaru gelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pemkot Pekanbaru serta DPRD.

Mereka menyampaikan keluhan atas kebijakan-kebijakan penerapa PSBB di kota Pekanbaru.

banner 728x250
Keterangan Foto DPRD kota Pekanbaru bersama Forum RT-RW se-pekanbaru dan Aliansi Organisasi di Pekanbaru

Pantauan media, jadwal RDP itu sempat molor kurang lebih 1 jam, Pasalnya peserta RDP menunggu kedatangan dari pihak Pemerintah kota tim gugus Covid-19 maupun yang mewakili namun tak kunjung hadir.

RDP keluhan FK RT-RW dan Masyarakat akhirnya dibuka lansgung ketua DPRD kota Pekanbaru Hamdani dari PKS.

“Nanti setelah Rapat Dengar ini selesai maka akan kami rapatkan secara internal dengan seluruh Anggota DPRD kota Pekanbaru lintas Fraksi-fraksi agar permasalahan ini segera di selesaikan,” Ucap Hamdani sebagai ketua RDP.

Dalam hal pelaksanaan PSBB kota Pekanbaru dinilai masih banyak kejanggalan2 yang akhirnya menjadi polemik Seperti yang di paparkan oleh salah satu Forum RT RW ini dimana Bantuan Sembako yang selayaknya sudah sampai kemasyarakat sampai saat ini tidak satu pun yang sampai.

Lanjutnya, bahkan data sudah di kumpulan jauh hari bahkan ada sebagian yang sudah datang namun tidak sesuai dengan data yang ada maka di tolak oleh RT RW karena mereka tidak mau menjadi tumbal menurut mereka.

“Yang terdampak bukan bukan hanya masyarakat yang menerima PKH saja namun hampir keseluruhan saya menolak menyalurkan sembako ini karena saya tidak mau di salahkan nanti akhirnya masyarakat membenci saya di kira saya pilih2 kasih sementara masyarakat tidak tau kenyataan seperti ini, ungkap salah satu FK. RT RW Simpang baru bapak Sutomo.

Hal serupa di sampaikan oleh Forum RT RW kelurahan Sialang Minggu yang dengan tegas menolak bantuan Sembako dari pemko karena di nilai tidak ada rasa keadilan walau ada intimidasi dari pemko Pekanbaru.

“Kami menolak bukan tidak mau menerima bantuan sembako dari pemko namu kami bingung menyalurkannya karena yang tau keadaan masyarakat nya itu kami bukan data yang dari pemko yaitu Dinas sosial maka dari itu kami meminta kepada Bapak DPR yang terhormat untuk bantu mengawal kami, ungkap ketua FK RT-RW Sialang munggu bapak Sucipto.

“Kami berharap kalau masih Makai data yang itu2 baiknya di Evaluasi kembali PSBB ini padahal sudah dua Minggu bantuan belum juga turun masih burkutak di data data . Pungkasnya .

Dalam Rapat Dengar dan keluhan bersama tim gugus Covid-19 kota Pekanbaru dan para lurah serta Forum RT-RW berakhir pukul 12:00 dan rapat di tutup dan akan di lanjutkan dengan rapat internal DPRD kota Pekanbaru Lintas Komisi dan Fraksi natinya. (**Bsw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *