Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Dandim 1303 Bolmong Tampil Kocak

oleh
Photo : Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Sigit Wijoyono bersama Bupati Boltim Sehan Landjar

BOLTIM, Suaralidik. Com – Tak selamanya Pejabat Militer akan seram dihadapan masyarakat. Setidaknya itu yang diperlihatkan Dandim 1303 Bolmong, Letkol Inf. Sigit Wijayono ketika menghadiri rapat Forkopimda di Kantor Bupati Boltim, Jumat (6/4/2018).

Guyon segar mulai dilempar Sigit ketika memberikan sambutan. Dia sempat menyebut Bupati Boltim, Eyang.

“Yang saya hormati Bapak Bupati Boltim, Eang, Insha Allah cepat Haji ya Pak !,” kata Sigit yang langsung disambut gelak tawa sang Bupati bersama hadirin.

Dilanjutan sambutannya, Dandim mengimbau ke jajaran Kodim 1303 Bolmong untuk lebih dekat dengan rakyat. Caranya ? Dandim berharap cara jitu Bupati Boltim bisa dicontoh. Main gaplek.

“Contohi pak Bupati sampai hobi main gaple hanya untuk bisa lebih dekat dengan warganya. Iya kan Eyang?,” ujar Sigit.

Tak sampai disitu. Tingkah lucu Sigit Wijoyono terulabg lagi ketika naik mobil yang dikemudikan Bupati Boltim.

Karena mobil Dinas Dandim belum ada diparkiran. Maka, Eyang menawarkan tumpangan ke rumah jabatan Bupati. Dandim menerima tawaran tersebut dan langsung menuju naik mobil dinas Bupati dan menuju pintu bagian belakang. Laku pejabat para pejabat ketika naik mobil dinas bersama sopirnya. Dia kaget ketika akan naik mobil, ternyata Bupati Eyang mengemudikan sendiri mobil dinasnya.

“Saya bawa mobil sendiri pak Dandim,” kata Eyang.

“Wah kalo gitu saya sekarang jadi pengawalnya,” sahut Dandim lalu pindah ke kursi bagian depan layaknya perilaku ajudan pejabat biasanya.

“Seharusnya sifat pejabat seperti pak bupati dan Dandim bisa jadi contoh bagi pejabat lainnya. Supaya tidak terlalu kaku dan terikat dengan protokoler yang tidak perlu. Itu ciri khas pemimpin yang dekat dengan bawahan dan rakyatnya,” kata Frangki Modeong salah satu warga Tutuyan.

Dandim 1303 Letkol Inf Sigit Wijayono yang baru sebulan dilantik menekankan sinergitas antara aparat TNI – Polri dengan pemerintah baik di daerah sampai ke desa untuk lebih memudahkan kinerja dalam melayani rakyat.

“Saya juga meminta para sangadi (kepala desa) untuk melaporkan kepada saya jika ada anggota kami yang ditugaskan di desa seperti babinsa, yang jarang turun ke desa. Saya langsung ganti dia berarti tidak melayani masyarakat,” tegasnya.(***bob-rm/iqb)