Demi Menjaga Kelestarian Sungai, KPS Bulukumba Menimba Ilmu Hingga Ke Depok

oleh
Suasana seminar in-door Sekolah Sungai dan Penataan Lingkungan di Kampus Universitas Indonesia, Depok yang berlangsung 22-23 November 2017.

suaralidik.com–Komunitas Peduli Sungai (KPS) Bulukumba mengikuti acara Sekolah Sungai dan Penataan Lingkungan pada 20-23 November lalu. Kegiatan ini termasuk salah satu agenda pemerintah yang diadakan oleh Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, serta Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan untuk tahun 2017.

Dalam melaksanakan kegiatan ini, Pemerintah bekerjasama dengan Universitas indonesia (UI). Keseluruhan agenda berlangsung di Depok, lokasi Perguruan Tinggi bergengsi tersebut berdomisili.

Acara ini juga dihadiri oleh pihak Kementrian/Lembaga BBWS/BWS, Dinas PU/PSDA, BNPB, BPDAS, Dinas Lingkungan Hidup, Sakter Bidang Cipta Karya, Komunitas Peduli Sungai se-Indonesia dan juga beberapa perguruan tinggi.

KPS Kab. Bulukumba sebagai salah satu peserta yang mengikuti acara tersebut merupakan perwakilan dari Sulawesi Selatan wilayah Selatan. Arsyad Ali, selaku ketua, mengutus Syayyidina Ali yang tidak lain adalah wakilnya untuk menghadiri acara yang berskala nasional ini.

“Kegiatan ini bermanfaat untuk menambah pemahaman kita dalam pemeliharaan, penanggulangan, dan juga perbaikan terhadap sungai. Baik itu dari sisi sungainya secara umum, ekosistemnya, dan pemberdayaannya,” terang Syayyidina Ali.

Tidak hanya Syayyidina Ali, turut pula seorang dosen tetap dari Perguruan Tinggi STKIP Muhammadiyah Bulukumba. Arsyad berharap, melalui kegiatan ini, dua orang yang diutusnya mampu menimba ilmu yang kemudian bisa dibagikan ke khalayak umum nantinya.

Kegiatan ini di bagi atas dua sesi. Pertama, ada sesi in-door dengan materi-materi yang disampaikan dalam bentuk seminar. Pembicara materi sendiri berasal dari beberapa ahli di Kementrian dan Perguruan Tinggi yang terkait sungai dan penataan lingkungan.

Kegiatan sesi berikutnya adalah out-door atau lapangan yang dilaksanakan di sungai Ciliwung, Jakarta Selatan. Sesi ini di pandu langsung oleh Ketua Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci). Materi-materi yang diberikan terkait bagaimana menjaga kelanjutan fungsi sungai dan kualitas air, kebijakan pengelolaan samitasi perkotaan, manajemen sungai dan sanitasi, peran pemuda dalam pengelolaan sungai dan sanitasi, dan beberapa materi terkait perlindungan lingkungan sungai lainnya.

“Kami pun berharap semoga kegiatan ini mamapu menumbuhkan semangat juang kita selaku pemerhati sungai untuk selalu bersama-sama berkomitmen menjaga kelestarian sungai dan juga terbangunya sinergisitas yang baik antara pemerintah, Perguruan Tinggi, dan masyarakat dalam pengelolaan sungai, termasuk pemberdayaan komunitas yang ada,” ujar Ketua Mat Peci di sela-sela pemaparan materinya.

Ia juga mengucapkan terima kasih antusiasme dan partipasi peserta selama kegiatan tersebut berlangsung. Sebagai penutup, ia kemudian menyampaikan semacam tagline: “Semangat Bersama dalam Kepedulian”. (Iswanto)