Demo Mahasiswa di DPRD dan Pemkot Parepare Diwarnai Aksi Bentrok Dengan Staf DPRD

oleh
Aksi Unjuk rasa mahasiswa di Parepare terkait pembangunan Toilet Umum senilai Rp 1,3 M di kota Parepare, Senin (3/10) - ACHA/SUARALIDIK.com

SUARALIDIK.com,PAREPARE – Puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN ) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) kota Parepare, Senin (03/10) menggelar aksi unjuk rasa yang dinamakan Parlemen Jalanan.

Gabungan aktivis mahasiswa tersebut demo di kantor Dewan Perwakilan Rakyat daerah ( DPRD) dan Kantor Wali Kota Parepare. Mahasiswa meminta klarifikasi atasadanya sejumlah proyek pembangunan yang tidak pro rakyat, termasuk pembangunan toilet umum di Lapangan Andi Makkasau dan Parw Beach City yang menelan anggaran Rp 1,3 Miliar.

Aksi Unjuk rasa mahasiswa di Parepare terkait pembangunan Toilet Umum senilai Rp 1,3 M di kota Parepare, Senin (3/10) - ACHA/SUARALIDIK.com
Aksi Unjuk rasa mahasiswa di Parepare terkait pembangunan Toilet Umum senilai Rp 1,3 M di kota Parepare, Senin (3/10) – ACHA/SUARALIDIK.com

Pendemo dan Aktivis sangat menyesalkan dengan mudahnya anggaran miliaran rupiah disetujui dan diloloskan, dimana proyek ini dinilai kurang efektif. Dengan ini demonstrasi menilai Kinerja Pemkot dan DPRD sudah tidak pro rakyat.

Salah seorang demonstran dalam Orasinya, Nurham Sadiq, mengecam sejumlah kebijakan Pemkok bersama DPRD, yang dia nilai tidak pro rakyat. Salah satunya mengenai proyek pembangunan infrastruktur yang dianggap tidak sesuai kebutuhan rakyat dan menguras anggaran besar. “Karena itu kami berkesimpulan, pemerintahan Taufan Pawe sudah gagal total,” tegas Ketua PMII Parepare itu di ruang rapat utama gedung DPRD Kota Parepare.

Dalam Demonstrasi ini tidak ada anggota dewan yang menerima aspirasi mahasiswa tersebut. Sehingga berimplikasi pada pengrusakan yang dilakukan demonstran yang sempat merusak papan nama pimpinan DPRD.

Hal tersebut memicu gesekan dan saling dorong antara demonstran, Aparat kepolisian, Satpol-PP, dan sejumlah pegawai di Kantor DPRD. Namun, kericuhan tersebut berlangsung sesaat.

REPORTER ; acha doel

REDAKSI ; andi awal-suaralidik.com