Demo Pembebasan Lahan Kereta Api, Warga Pangkep Tutup Jalan

oleh -
Warga melakukan aksi damai pembebasan lahan Kereta Api

Pangkep,suaralidik.com– Mahasiswa bersama ratusan warga kecamatan Labakkang dan Bungoro pemilik lahan menggelar unjuk rasa menolak harga ganti rugi lahan. Aksi yang dimulai di perempatan depan taman Musafir Jalan Sultan Hasanuddin, menutup akses jalan sehingga menimbulkan kemacetan di kota Pangkajene, Selasa(13/08/2019).

Dalam aksinya mahasiswa bersama warga pemilik lahan yang berasal dari kecamatan Labakkang dan Bungoro ini menegaskan, akan terus bersama untuk memperjuangkan nilai ganti rugi yang layak.

Menurut salah satu korlap aksi, Dahlan yang juga warga kecamatan Labakkang, aksi ini adalah bentuk penolakan di balik penetapan harga lahan yang mereka nilai murah. Ia menegaskan nilai tim appraisal atau penaksir nilai tanah sangat merugikan pemilik lahan.

“Kami menolak penetapan ini, Kenapa penetapan harga lahan kami ini seenaknya saja di tetapkan tim apparaisal tanpa musyawarah sama pemilik lahan,” kata Dahlan

Pembebasan lahan proyek kereta api Sulawesi ini mencakup wilayah seluas 2.000-an hektar yang melintasi sejumlah kecamatan di Kabupaten Pangkep, yakni Kecamatan Mandalle, Segeri, Ma’rang, Labakkang, Bungoro, Balocci, dan Kecamatan Minasatene. (***Syaiful/Iwank86)